Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pneumonia Bisa Memberat Karena Kurang Istirahat

by Mata Banua
10 Februari 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Februari 2025\12 Februari 2025\11\Halaman 1-11 Selasa\Pneumonia.jpg
(foto:mb/web)

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (DPKR) Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K) mengatakan infeksi pneumonia bisa menjadi berat jika seseorang tidak menjaga kebugaran dan kurang istirahat ketika menjalani aktivitas.

“Orang misalnya kecapean, kurang tidur, kurang istirahat nah, itu juga bisa banyak orang jadi dapat pneumonia,” katanya kepada ANTARA, Senin.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Ia mengatakan sama seperti saat waktu pandemi COVID-19, pneumonia bisa menyerang pada orang-orang yang sedang tidak fit karena kurang istirahat atau kelelahan.

Pneumonia juga dapat menjadi berat pada orang-orang yang juga memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang tidak dikontrol, sehingga infeksi menjadi ganas.

Selain itu, infeksi pada saluran pernapasan ini juga bisa memberat jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lemah seperti pengidap HIV, diabetes, dan penyakit kronik lainnya.

Dokter di Rumah Sakit Persahabatan ini mengatakan penyebaran virus penyebab pneumonia dalam masyarakat atau community-acquired pneumonia (CAP) sebenarnya relatif lebih ringan dan bisa dilakukan berobat jalan.

Namun jika virus yang menyebar memang ganas seperti COVID-19, maka pada orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah akan mudah terinfeksi dan menjadi berat.

Jika ada gejala batuk dan sesak napas hingga penurunan kesadaran maka perlu penanganan dokter untuk dilakukan anamnesis lebih lanjut.

“Yang penting kita anamnesis, kita nanya batuk-batuk, ada berdahak ga? Apalagi kalau dahaknya warna kuning-hijau gitu, biasanya infeksinya bakteri. Kalau infeksi virus sih dahaknya ga berwarna,” katanya.

Ia juga menjelaskan untuk lebih waspada pada penularan pneumonia yang lebih berat di tempat lainnya seperti di rumah sakit karena tempat berkumpul berbagai penyakit, dan pada orang yang menjalani pengobatan dengan menggunakan alat bantu nafas atau ventilator di ICU.

Faisal juga kembali mengingatkan agar masyarakat kembali meningkatkan kesadaran akan kesehatannya dengan mengontrol penyakit jika sudah ada komorbid, cukup istirahat dan cukup makan agar daya tahan tubuh kuat.

“Karena pneumonia ini menularnya lewat udara, mungkin ada orang yang batuk, atau orang yang flu kita jangan deket-deket, misalkan lagi kurang enak, badan, setelah istirahat, ya kalau kemana-mana pakai masker lah, supaya kita tidak terinfeksi, kalau ada batuk-batuk ya berobat,” tutup Prof. Faisal. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper