Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ratusan Pemulung Kehilangan Mata Pencarian dari TPA Basirih

by Mata Banua
5 Februari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Februari 2025\6 Februari 2025\5\Hal 5\Salah satu pemulung TPA Basirih juga merasakan dampaknya.jpg
SALAH satu pemulung TPA Basirih juga merasakan dampaknya terhadap penyegelan TPA Basirih oleh KLHK(Foto:mb/via)

BANJARMASIN – Ratusan pemulung dan pengepul yang biasanya mencari penghasilan dari memilah sampah di TPA Basirih tampak lesu, usai mengetahui seluruh aktivitas TPA Basirih disegel oleh Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) RI awal Februari 2025.

Mereka juga pasrah dan bingung sampai kapan TPA Basirih disegel, karena mata pencaharian mereka satu-satunya sudah dilarang dimasuki.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Nurul Masitah, salah seorang pemulung, mengaku sudah 20 tahun mencari nafkah di TPA Basirih dan selama ini sudah dapat menghidupi 3 anaknya.

“Lumayan sehari ini minimal seratus ribu perhari untuk menutupi kebutuhan dapur sehari-hari,” Nurul Masitah.

Ia sendiri mengungkapkan keterkejutannya karena penutupan TPA Basirih terasa mendadak. Pastinya menambah kesulitan para pemulung mencari rejeki untuk menyambung hidup bersama keluarganya. Apalagi jika sampai ditutup permanen.

Menurutnya, untuk mencari pekerjaan lain juga sangat sulit, termasuk menjadi petani pun sulit karena lahan pertanian di sekitaran sini sudah tercemar. “Bagaimana kami melanjutkan hidup dan bagaimana anak-anak kami sekolah,” ujarnya.

Tampak juga Ketua Pengepul TPA Basirih, Firmansyah yang mengaku bingung semenjak ditutup sehingga tidak dibolehakan ada lagi aktivitas pengepul ataupun pemulung yang disana

Saat ini, mereka hanya diberi waktu untuk membereskan pekerja tersisa sebelum ditutupnya TPA Basirih.

“Sabtu kemarin disegel dan kami diberi waktu 1×24 jam untuk membereskan. Namun kami meminta kelonggaran dan berkonsultasi dengan kementrian hingga diberi waktu 7 hari untuk membereskan,” tutur Firmansyah.

Terhitung sejak Sabtu kemarin, waktu tersisa tinggal 3 hari lagi dimana Jumat (7/2) mendatang sudah tidak diperbolehkan ada aktivitas apapun di TPA Basirih.

Penutupan ini sendiri lanjutnya, sangat berdampak kepada para pengepul terutama ratusan pemulung yang bergantung hidup di TPA Basirih.

“Bayangkan ketika 1 pemulung itu menghidupi tiga orang. Artinya ada ribuan yang bergantung di TPA Basirih,” ujarnya.

Ia berharap KLHK bisa bijak dan mempertimbangkan keputusannya lagi untuk penutupan TPA Basirih. “Mempertimbangkan asas kemanusiaan yang bergantung hidup di sini,” harapnya.via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper