Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

TNI dan warga bangun jembatan darurat akibat tanggul jebol di HST

by Mata Banua
30 Januari 2025
in Daerah, Lintas
0

 

JEMBATAN DARURAT-TNI dan warga usai membangun jembatan darurat karena tanggul jebol memutus akses jalan akibat cuaca ekstrem di Desa Masiraan, Pandawan, Hulu Sungai Tengah. (foto:mb/ant)

BARABAI-Koramil 1002-05/Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan warga gotong royong membangun jembatan darurat sebagai alternatif, akibat tanggul jebol yang disebabkan cuaca ekstrem musim hujan di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

“Tanggul yang jebol mengakibatkan akses penghubung Desa Masiraan dari RT 02 ke RT 03 sampai RT 04 terputus. Areal pesawahan warga juga terendam,” kata Kepala Desa Masiraan Ahmad Fauzi di Hulu Sungai Tengah.

Dia menyebutkan, tanggul tersebut jebol karena tidak kuat menahan banjir yang terjadi ketiga kalinya dalam bulan ini, sehingga TNI dan warga berinisiatif membangun jembatan darurat agar akses warga bisa terhubung kembali.

“Jalan tersebut sangat vital ketika terjadi banjir. Akibat kejadian itu, akses transportasi juga terputus dan tidak bisa dilewati motor roda dua maupun roda empat. Jadi kami berinisiatif membangun jembatan darurat setidaknya bisa dilewati motor roda dua terlebih dahulu,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, pembangunan jembatan darurat memakan waktu hampir sehari penuh karena cukup sulit akibat debit air cukup tinggi, pihaknya juga memanfaatkan beberapa batang pohon kelapa yang diambil dari wilayah terdekat.

Dia menuturkan, pembuatan akses jalan tersebut tidak hanya melibatkan warga Desa Masiraan dan TNI, namun juga dibantu oleh relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pandawan.

Fauzi mengatakan, Dinas PUPR HST juga sudah meninjau lokasi untuk membuat pelaporan terkait kondisi tersebut, pihak desa berharap hal ini dapat ditangani pihak terkait karena jalan tersebut, merupakan akses vital masyarakat, nantinya diharapkan dapat menahan debit air agar tidak menggenangi areal persawahan warga.

Sementara itu, Babinsa Koramil 1002-05/Pandawan Serka Rahmadhani mengatakan, kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Ia menyampaikan, bahwa pembangunan jembatan darurat ini merupakan langkah sementara sambil menunggu perbaikan tanggul secara permanen.”Kami berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tanggul yang jebol agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Rahmadhani.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper