BANJARMASIN – Tingginya curah hujan di Kota Banjarmasin tak memastikan perumahan penduduk di Kota Seribu Sungai aman dari musibah kebakaran. Hampir setiap hari di jalan raya terlihat dan terdengar suara sirine milik barisan pemadam kebakaran (BPK) yang mendatangi tempat terjadinya kebakaran.
Terbaru, musibah kebakaran terjadi di Pulau Bromo Banjarmasin tepatnya di sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bina Taqwa pada Minggu (26/1) sekitar pukul 22.30 Wita.
Sembilan dari 11 ruangan bangunan berbahan kayu tersebut tersisa puing arang. Yang etrsisa hanya dua ruangan yang sudah tak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Lima bangunan ruang kelas, dua ruang guru termasuk kantor kepala sekolah, lab, ruang osis, dan tiga buah wc terbakar,” ucap Kepala Sekolah MTs Bina Taqwa Drs Mukhari.
Ia mengatakan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik dan lokasi menuju kebakaran cukup sulit karena hanya jalan setapak hingga membuat BPK harus mengangkat mesin pompa air ke lokasi kebakaran.
“Sementara proses belajar mengajar di SD Austral Byna yang berdekatan dengan bangunan yang terbakar. Kegiatan belajar mengajar tetap jalan, para murid masuk sore hari,” katanya.
Sementara, Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Christugus Lirens melalui Kanit Reskrim Iptu Sudirno menyebutkan, api pertama kali muncul dari ruangan kelas paling ujung, dan sekolah saat itu dalam keadaan kosong.
“Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut, pihak berwajib masih melakukan lidik dan kerugian yang ditimbulkan hampir Rp 600 juta,” ujarnya.
Selain itu, kebakaran juga melanda satu rumah di Jalan Bandarmasih RT 27 RW 03, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat pada Rabu (29/1) sekitar pukul 00.15 Wita.
Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Guju Firmansyah menyampaikan, si jago merah menghanguskan satu rumah milik Mama Yayan (50), dan saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan, serta kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 40 juta. sam

