Mata Banua Online
Kamis, April 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gubernur Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca Kendalikan Hujan

by Mata Banua
29 Januari 2025
in Pemprov Kalsel
0

 

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin saat menandatangani surat permohonan untuk teknologi modifikasi cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

ARTAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan terus berupaya mengatasi bencana alam banjir yang melanda berbagai wilayah di Kalsel, termasuk dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

1 April 2026
Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

1 April 2026

Gubernur Kalsel, H Muhidin memperkuat mitigasi atau pengurangan risiko dampak banjir dengan mengusulkan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ke BNPB RI saat memberikan bansos kepada warga Desa Sungat Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (29/1).

“Saya telah menandatangani usulan permohonan dilaksanakannya OMC di Kalsel dan diharapkan melalui OMC tersebut bisa mengendalikan hujan yang selama ini menyebabkan bencana alam banjir di Kalsel,” katanya.

H Muhidin, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima surat dari BMKG terkait rencana modifikasi cuaca di Kalsel dan berharap BNPB segera menindaklanjutinya.

“Hari ini kita baru dapat surat dari BMKG terkait masalah modifikasi cuaca di Kalsel. Saya berharap besok, Kamis (30/1) sudah bisa ditangani sesegera mungkin oleh BNPB,” ujarnya.

Menurut Muhidin, teknologi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengendalikan hujan agar tidak memperparah banjir, terutama di wilayah yang sudah terdampak.

“Dengan modifikasi cuaca semacam ini, misalnya ada awan tebal di atas laut, maka di laut itu kita hujankan. Artinya, awan tebal itu jangan sampai ketika tiba di sini malah hujan, karena ini tentunya akan memperparah kondisi banjir, terutama jika hujan terjadi di wilayah pegunungan,” jelasnya.

Teknologi ini dilakukan dengan cara menyemai garam ke awan, sehingga hujan bisa dipercepat di lokasi yang lebih aman, sebelum awan tersebut bergerak ke wilayah yang rawan banjir.

“Kita berharap modifikasi cuaca ini akan terus dilakukan selama anggaran masih tersedia dari pemerintah pusat melalui BNPB,” ujarnya seraya menyatakan tahun depan anggaran OMC akan disediakan daerah.

Dia mengungkapkan sekali modifikasi hujan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp400 juta dan kali ini dilaksanakan BPNB, sedangkan tahun depan akan dialokasikan dalam APBD.

Pemprov Kalsel dalam hal ini BPBD Kalsel akan bekerjasama dengan BNPB dan BMKG untuk memastikan proses ini berjalan OMC efektif dan dapat membantu meredakan dampak banjir di Kalimantan Selatan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kalsel dalam menangani banjir yang hingga kini masih menggenangi ribuan rumah dan lahan pertanian. md/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper