
MARTAPURA – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin yang turun langsung ke lokasi bencana alam banjir menegaskan akan menyiapkan solusi jangka panjang penyelesaian banjir di Banua, khususnya di Kabupaten Banjar.
Hal itu disampaikan H Muhidin saat menyerahkan bantuan tanggap darurat bagi korban terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (29/01).
Ketika menyerahkan bantuan tanggap darurat tersebut, H Muhidin antara lain didampingi Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar, Plh Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin dan Bupati Banjar, H Saidi Mansyur.
H Muhidin menegaskan bahwa, pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat sedang mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. Salah satunya melalui percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang diperkirakan dapat mengurangi banjir di Kabupaten Banjar hingga 70 persen.
“Kami akan terus berkoordinasi agar pembangunan bendungan ini bisa segera berjalan dan mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan, kita bisa melihat hasilnya,” tambahnya.
Pada kesempatan itu pula, Pemprov akan memastikan bantuan tanggap darurat tersalurkan dengan baik dan upaya penanganan dilakukan secara transparan.
“Kami hadir untuk masyarakat dan memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak ada yang terlewat. Saya tahu ini musibah berat bagi warga Sungai Tabuk, tapi kita harus tetap kuat dan sabar,” ujar H Muhidin.
Bupati Banjar, H Saidi Mansur menyebutkan banjir yang melanda Kabupaten Banjar menyebabkan sedikitnya 40.000 rumah tergenang air dan puluhan ribu warga terdampak dan khusus di Kecamatan Sungai Tabuk ini 13.000 jiwa terdampak.
Dari puluhan ribu warga Kabupaten Banjar yang terdampak banjir tersebut, sebut Saidi, hingga saat ini sudah ada 130 orang yang terpaksa mengungsi, karena kondisi rumah mereka sudah tak lagi bisa dihuni.
“Saya berharap mudah-mudahan pertemuan ini menjadi doa kita agar banjir segera surut. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan dan kami terus berupaya memberikan bantuan sebaik mungkin kepada masyarakat,” ujar Bupati Banjar.
Camat Sungai Tabuk, H Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa Kecamatan Sungai Tabuk menjadi daerah yang paling parah terdampak banjir untuk Kabupaten Banjar.
“Sudah lebih dari dua minggu air belum surut. Ini banjir paling parah, air sampai sedada orang dewasa. Sungai Tabuk ini datar dan air dari hulu sangat besar debitnya. Makanya, sulit sekali untuk surut,” katanya.
Banjir yang berkepanjangan ini membuat aktivitas masyarakat hampir lumpuh total. Dari 20 desa di Kecamatan Sungai Tabuk, terdapat 17 Desa yang terdampak banjir. md/adpim/ani

