
BANJARMASIN – Akibat hujan yang terus mengguyur Provinsi Kalimantan Selatan hingga 28 Januari 2015 menyebabkan sebanyak 33.757 kepala keluarga (KK) atau 99.903 jiwa terdampak bencana alam banjir.
Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos menyebutkan, korban terdampak banjir tersebut tersebar pada 11 kabupaten/kota.
“Dari data bencana alam banjir di Kalsel terparah berada di Kabupaten Banjar mencapai 12.237 KK atau 33.147 jiwa,” katanya, Selasa (28/1).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, bencana alam banjir di Kabupaten Banjar tersebut meliputi 68 desa pada sembilan kecamatan, dan terparah di Kecamatan Martapura Barat dan Sungai Tabuk.
Kondisi banjir cukup parah lainnya, lanjut dia, di Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebanyak 6.757 KK atau 19.840 jiwa yang tersebar pada enam kecamatan meliputi 28 desa.
Bahkan, kondisi bencana banjir di Kabupaten Tala terutama di Kecamatan Kurau merupakan yang terparah, dan saat ini air masih menggenangi rumah warga.
Ia menyebutkan, banjir di Kecamatan Kurau kondisinya masih dalam dan merendam ratusan rumah penduduk di enam desa, yakni Desa Kurau, Padang Panjang, Maluka, Kali Besar, Tambak Sarinah dan Desa Handil Negara.
Korban terdampak banjir di Kalsel yang juga cukup parah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebanyak 6.987 KK atau 20.629 jiwa, tetapi kondisi air sudah surut.
Kemudian, banjir di Kabupaten Barito Kuala (Batola) melanda 23 desa pada empat kecamatan menyebabkan 4.595 KK atau 15.702 jiwa terdampak.
Bencana alam banjir juga telah melanda sembilan desa tersebar pada empat kecamatan menyebabkan 1.015 KK atau 3.090 jiwa terdampak.
Sementara daerah lainnya di Kalsel yang mengalami bencana alam banjir tetapi kondisinya tidak terlalu parah, yakni di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Tapin.
Selain itu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Kota Banjarmasin, dan dua daerah lainnya masih aman dari banjir, yakni Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu (Tanbu). ani

