
TANJUNG – Dalam rangka memperlengkapi alat pendeteksi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong kembali menambah satu alat baru.Selain memiliki alat untuk mendeteksi banjir hang bernama Early Warning System (EWS), BPBD baru-baru ini memiliki alat baru yang bernama Warning Receiver System (WRS).
“Alat ini merupakan milik dari BMKG Balikpapan dan telah terpasang di belakang Kantor Kecamatan Jaro, yang berguna untuk mendeteksi gempa bumi dan tsunami,” jelas Kepala BPBD, Haris Fakhrozi, Selasa (21/2).
Haris menambahkan, meskipun potensi gempa di Tabalong relatif kecil, hal ini merupakan wujud kewaspadaan BPBD Tabalong terhadap adanya bencana alam.”Setidaknya melalui alat ini kami bisa memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi bencana, meskipun bencana tersebut tidak berpotensi di Tabalong,” ujarnya.
Ia menyebutkan, alat tersebut terkoneksi ke monitor ruangan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Posdalops) di Kantor BPBD Tabalong dan bisa mendeteksi gempa sekecil apapun.
“Alat ini terkoneksi langsung ke monitor Posdalops dan bisa mendeteksi gempa sekecil apapun. Ini juga bisa di akses seluruh bencana yang ada di Indonesia,” jelasnya
Selain itu, lanjutnya, alat WRS ini nantinya akan standby serta dipantau selama 24 jam oleh BPBD Tabalong secara online agar bisa memberikan kabar kepada masyarakat apabila terjadi bencana.”Apabila nanti ada terjadi bencana, maka sesuai dengan kewenangan yang telah diterapkan, kami akan langsung membunyikan alarm supaya masyarakat bisa mengetahuinya,” ungkapnya.
Selain ada di Tabalong, alat ini juga ada di ada terpasang di daerah yang ada di Kalimantan Selatan.”Selain di Kabupaten Tabalong, alat yang diperuntukkan untuk mendeteksi gempa dan tsunami ini juga di pasang di Tanah Bumbu, Kota Baru dan Martapura,” pungkasnya.yan/rds

