
BANJARMASIN – Ratusan rumah penduduk di sejumlah desa di Kecamatan Kelumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terendam bencana alam banjir, termasuk ruas jalan setempat sehingga mengganggu aktivitas warga.
“Kami telah menerima informasi adanya bencana banjir dari Dinas Sosial setempat dan mengharapkan bantuan untuk para korban,” kata Kabid Penanganan Bencana Pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos, di Banjarmasin, Minggu (19/1).
Menurut Madi (sapaan akrabnya), pihaknya akan melakukan telaah untuk permohonan bantuan tanggap darurat yang diajukan untuk korban bencana banjir di Kabupaten HSS tersebut.
Berdasarkan laporan, kata Madi, ada tujuh desa yang dilanda banjir di Kecamatan Kelumpang tersebut dan terparah di Desa Kalumpang jumlah rumah yang terdampak bencana alam banjir mencapai 117 buah dihuni 130 KK atau 353 jiwa.
Selain itu, Desa Karang Paci sebanyak 90 rumah dihuni 101 KK atau 248 jiwa, Desa Bago Tanggul sebanyak 73 rumah dihuni 83 KK atau 220 jiwa, Desa Balimau 59 rumah dihuni 69 KK atau sebanyak 190 jiwa.
Desa Karang Bulan 45 rumah dihuni 48 KK atau 116 jiwa, Desa Balanti sebanyak 38 rumah dihuni 43 KK atau 127 jiwa dan Desa Sirih tiga rumah dihuni tiga KK atau 13 jiwa sehingga keseluruhan rumah terdampak 425 rumah dihuni 477 KK atau 1.264 jiwa.
Dalam kesempatan itu, Madi juga mengingatkan warga masyarakat yang rawan bencana alam banjir untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini hujan hampir merata di Kalsel.
Berdasarkan peta kerawanan bencana banjir, sebut Madi, di Kalsel ada 10 daerah yang berpotensi terjadinya bencana alam banjir mulai dari Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU) Hulu Sungai Tengah (HST).
Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, Banjar, Tanah Laut (Tala), Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), sedangkan di Kota Banjarmasin rawan terjadi genangan air akibat air pasang. ani

