Mata Banua Online
Rabu, Maret 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kriteria Penghapusan Utang UMKM

by Mata Banua
9 Januari 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Me­ne­ngah (UMKM) Maman Abdurrahman mem­be­berkan kriteria UMKM yang masuk dalam daf­tar hapus buku penghapusan piutang UMKM.

“Sebanyak kurang lebih 1 ju­ta nasabah pengusaha UMKM ya­ng sbelumnya telah tercatat ma­suk dalam daftar hapus buku Bank Himbara akan men­da­pat­kan fasilitas penghapusan piu­tang,” kata Menteri Maman di Ja­karta, Kamis (9/1/2025).

Berita Lainnya

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

10 Maret 2026
Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

Harga Cabai Rawit Tembus Hingga Rp120 Ribu per Kg

10 Maret 2026

Adapun pengusaha UMKM ya­ng mendapat penghapusan piu­tang, yaitu mereka yang sudah ma­suk dalam daftar hapus buku dan daftar hapus tagih dengan be­be­rapa kriteria.

“Kriteria pertama, dalam Pe­ra­turan Pemerintah Nomor 47 Ta­hun 2024 tentang Peng­ha­pus­an Piutang Macet pada MKM disebutkan bahwa maksimal piu­tang adalah Rp500 juta,” jelas Maman.

Kriteria kedua, UMKM ter­se­but sudah masuk daftar hapus bu­ku yang dimiliki Bank Himbara se­jak 5 tahun yang lalu sebelum PP ini ditetapkan. Sedangkan kri­te­ria ketiga yaitu nasabah UMKM tersebut sudah tidak me­mi­liki kemampua untuk mem­ba­yar, serta tidak lagi memiliki agun­an.

Menteri UMKM Maman me­negaskan, Kementerian UMKM memiliki tanggung ja­wab untuk memberikan motivasi dan pemberdayaan pengusaha-pe­ng­usaha UMKM yang sudah me­ng­ajukan pinjaman yang tidak ter­masuk dalam daftar peng­ha­pus­an piutang.

Menurutnya jika melihat prin­sip kadilan, ada 1 juta UMKM ya­ng mendapat penghapusan piu­tang. Namun bagi pengusaha UMKM yang tidak mendapatkan pe­nghapusan piutang, terbuka un­tuk mengakses fasilitas pin­jam­an agar dapat tumbuh melalui Kre­dit Usaha Rakyat (KUR).

“Bagi pengusaha UMKM ya­ng telah mendapatkan KUR, ti­dak dapat masuk dala kriteria pe­ng­hapusan piutang, karena te­lah memiliki asuransi atau ja­min­an,” ujar Maman.

Menteri UMKM Maman ju­ga menjelaskan bahwa bagi pe­ne­rima KUR di bawah Rp100 ju­ta, tidak perlu menggunakan agun­an, dan hanya dikenakan bu­nga flat sebesar 6 persen. Jika ada ang menemukan ke­ti­dak­se­su­aian dengan aturan tersebut, ma­ka dapat melaporkan ke Ke­men­terian UMKM.

Lebih lanjut, ia mengatakan ba­hasa Kementerian UMKM ha­dir untuk memitigasi jika terjadi ke­tidaksesuaian dalam im­ple­men­tasi kebijakan yang sudah dibuat. Se­lain itu Kementerian UMKM juga mengajukan kepada OJK un­tuk membuat sistem yang ber­na­ma Innovative Credit Scoring (ICS).

“Ke depan, para pengusaha UMKM diharapkan dalam m­e­ng­akses pembiayaan tidak hanya di­lihat dari agunan, melainkan me­nggunakan data alternatif se­per­ti penggunaan listrik, aktivitas te­le­komunikasi, BPJS, dan tran­sak­si e-commerce,” pungkasnya. lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper