Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Lancar

by Mata Banua
17 Desember 2024
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2024\Desember 2024\18 Desember 2024\2\Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Lancar.jpg
Alexander Susilo.(foto;mb/ist)

BANJARMASIN – PT Pertamina Patra Niaga mengaktifkan Posko Satuan Tugas (Satgas) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 untuk memastikan ketersediaan stok dan penyaluran BBM serta LPG lancar di Kalimantan.

“Satgas tersebut efektif mulai 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025 di kantor regional, dan seluruh lokasi suplai point BBM dan LPG yang tersebar di wilayah Kalimantan mulai mengawal serta memantau pasokan serta kelancaran distribusi,” ujar Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Alexander Susilo, Selasa (17/12).

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Pelindo Tekankan Peran Penting Media

Pelindo Tekankan Peran Penting Media

9 April 2026

Ia mengatakan, diperkirakan untuk natal dan tahun baru akan terjadi kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax dan Pertalite) hingga 3,7 persen, BBM jenis Gasoil (Dex Series dan Biosolar) sebanyak 1,1 persen, LPG sebesar 4,5 persen, dan Avtur sebesar 0,4 persen dari rata-rata normal harian di wilayah Kalimantan.

Untuk di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, estimasi kenaikan konsumsi BBM jenis Gasoline mencapai 3,8 persen, BBM jenis Gasoil sebesar 1,1 persen, kenaikan konsumsi LPG 3,8 persen, dan untuk Avtur sebesar 1,0 persen dari rata-rata normal harian.

Pada tahun ini, Patra Niaga di Kalimantan memproyeksikan akan terjadi peningkatan permintaan BBM dan LPG sepanjang satgas natal dan tahun baru di wilayah Kalimantan.

Alex menjelaskan, peningkatan diperkirakan akan terjadi sebesar 3,7 persen untuk BBM jenis Gasoline dari 8.046 Kiloliter per hari di saat normal menjadi 8.345 KL saat nataru, BBM jenis Gasoil sebanyak 1,1 persen dari 3.389 Kiloliter per hari di saat normal menjadi 3.424 KL, LPG sebesar 4,5 persen dari 1.800 MT per hari di saat normal menjadi 1.881 MT, sedangkan Avtur yang mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen dari 566 KL per hari di saat normal menjadi 571 KL.

“Sementara untuk Provinsi Kalimantan Selatan, estimasi peningkatan BBM jenis Gasoline mencapai 3,8 persen dari 1.927 KL menjadi 2.000 KL, BBM jenis Gasoil sebesar 1,1 persen dari 837 KL menjadi 847 KL, kenaikan konsumsi LPG sebesar 3,8 persen dari 426 MT menjadi 442 MT, dan Avtur sebesar 1,0 persen dari 102 KL menjadi 103 KL dari rata-rata harian normal,” jelasnya.

Ia menambahkan, khusus di beberapa wilayah jalur potensial (jalur tol, jalur wisata, jalur logistik), Pertamina juga menyiagakan SPBU di jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 90 SPBU siaga yang tersebar di Kalimantan Timur sebanyak 24 SPBU, Kalimantan Barat 18 SPBU, Kalimantan Tengah 12, Kalimantan Utara lima SPBU, dan Kalimantan Selatan 31 SPBU.

“Seluruh SPBU beroperasi selama 24 jam, Pertamina juga menyiagakan sebanyak 246 agen LPG siaga di seluruh wilayah Kalimantan,” tambahnya.

Sementara, untuk kuota dan stok BBM dan LPG serta Avtur di seluruh Kalimantan dalam keadaan aman, dan Patra Niaga akan mengoptimalkan penyediaan stok tersebut. Terkait ketahanan stok, rata-rata ketahanan stok BBM antara 12-18 hari akumulatif, LPG berkisar lima hari dan Avtur berkisar 12 hari.

“Kami pastikan untuk stok BBM dan LPG aman untuk dua perayaan natal dan tahun baru. Di beberapa daerah di Kalimantan memang kerap terjadi keterlambatan pasokan bukan karena masalah kuota dan stok, tapi lebih ke arah teknis,” ucapnya

Alex mencontohkan dari kendala teknis adalah distribusi saat di laut karena cuaca kurang baik sehingga butuh waktu tambahan untuk sandar atau distribusi darat yaitu mobil tangki yang menempuh jarak cukup jauh dengan kondisi jalan yang beragam.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, satgas selain berkoordinasi internal baik Tim Holding maupun Subholding, Pertamina selalu berkoordinasi dengan instansi terkait meliputi Kementerian ESDM, Kementrian Perhubungan, BPH Migas, Kepolisian, Jasa Marga, TNI dan PT Telkom Indonesia dan lainnya,” ujar Alex.

Sebagai sub holding Commercial dan Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga tentunya akan terus berkomitmen memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya posko satgas ini kepastian penyaluran dan kesiapan stok BBM serta LPG serta Avtur dapat dioptimalkan dengan baik,” pungkasnya.

Bagi masyarakat atau konsumen yang membutuhkan informasi ketersediaan stok ataupun memberikan masukan serta saran juga dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina. Khusus di Regional Kalimantan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Satgas Regional Kalimantan di nomor 0811-5410-135. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper