Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dokter Anak Ingatkan Antibiotik Harus Dikonsumsi Sesuai Anjuran

by Mata Banua
16 Desember 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Desember 2024\17 Desember 2024\11\Halaman 1-11 Selasa\dokter.jpg
(foto:mb/web)

Dokter spesialis anak sekaligus bagian Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A(K), mengingatkan para orang tua bahwa antibiotik harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Saat diskusi daring tentang resistensi antimikroba yang diikuti dari Jakarta, Selasa, Edi, yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, menjelaskan ketika antibiotik diresepkan untuk dikonsumsi tiga kali sehari, maka ikuti petunjuk tersebut.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

“Ada (antibiotik) yang (diberikan) tiga kali sehari, tapi cuma dikasih satu kali sehari. Itu mengurangi tingkat kesembuhan,” kata Edi.

Dia juga meminta orang tua untuk memperhatikan kapan antibiotik dikonsumsi, apakah sebelum atau sesudah makan.

Edi menekankan bahwa konsumsi antibiotik harus berdasarkan konsultasi dan resep dari dokter untuk mencegah resisten antimikroba, yaitu kondisi bakteri menjadi kebal akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Dokter akan memeriksa pasien sebelum memutuskan apakah dia memerlukan antibiotik atau tidak. Edi mencontohkan tidak semua batuk pilek disebabkan oleh bakteri, bisa saja alergi atau virus, sehingga anak tidak perlu diberikan antibiotik.

Edi tidak menampik bahwa ada orang tua yang menilai anaknya tidak perlu antibiotik setelah melihat informasi di berbagai tempat. Menyikapi hal itu, ia mengatakan dokter memiliki pertimbangan ketika meresepkan antibiotik, seperti bakteri penyebab penyakit dan riwayat kesehatan atau daya tahan tubuh pasien.

“Kapan diberikan antibiotik adalah pertimbangan dokter, orang tua bisa berdiskusi,” kata Edi.

Jika anak masih belum sembuh meskipun sudah diberikan antibiotik, orang tua sebaiknya kembali berkonsultasi kepada dokter, yang akan menilai apakah obat perlu diganti atau ditambah dosisnya. Dokter akan memilihkan antibiotik yang sesuai untuk menangani penyakit tersebut.

Begitu juga jika anak menunjukkan tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi antibiotik, seperti kulit kemerahan, muntah, diare atau sesak napas, orang tua diminta segera berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper