Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Banjarmasin Gencarkan Masyarakat Hidup Sehat

by Mata Banua
16 Desember 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Desember 2024\17 Desember 2024\5\hal 5\Senam sehat di laksanakan masyarakat di Halaman Balaikota.jpg
SENAM sehat dilaksanakan masyarakat di Halaman Balaikota Banjarmasin setiap Minggu pagi. (Foto:ant/hms pemko)

 

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggencarkan gerakan masyarakat hidup sehat di setiap kelurahan dengan peran aktif puskesmas.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Tabiun Huda di Banjarmasin, Minggu, menyampaikan optimis gerakan ini bisa maksimal karena sudah ada satu kelurahan yang cukup berhasil.

Dia mengungkapkan Kelurahan Sungai Bilu di Banjarmasin Tengah masuk nominasi gerakan masyarakat hidup sehat tingkat provinsi pada 2024.

“Artinya sudah bisa diterapkan gerakan masyarakat hidup sehat melalui PHBS (perilaku bersih dan sehat) di daerah kita, buktinya Kelurahan Sungai Bilu ini,” ujarnya.

Tentunya, kata Tabiun, keberhasilan tersebut tidak luput dari peran aktif puskesmas setempat yang rajin sosialisasi dan berkegiatan untuk kesehatan masyarakat.

“Gerakan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” ujarnya.

Adapun indikator gerakan masyarakat hidup sehat tersebut seperti melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, memeriksa kesehatan secara rutin, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.

“Tidak buang air besar sembarangan istilah menggunakan jamban (Toilet) tersebut,” ungkap dia.

Karena ini menjadi perhatian besar di Kota Banjarmasin sebagai kota seribu Sungai melalui gerakan Open Defecation Free (ODF) atau gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan yang sudah tersebar pada 44 kelurahan atau 82 persen dari 52 kelurahan.

Dikatakan dia, dengan tekad bersama, terutama peran aktif organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat dibantu puskesmas untuk mengawasi, memantau agar tidak ada lagi perilaku BAB sembarangan.

“Terkait indikator yang lainnya, kita gerakkan juga secara maksimal di tengah masyarakat,” ujarnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper