Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

DKP3: Lahan Terendam, Takkan Ganggu Stok Pangan

by Mata Banua
10 Desember 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Desember 2024\11 Desember 2024\5\hal 5\Lahan pertanian di kawasan Tanjung Pagar,.jpg
LAHAN pertanian di kawasan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan. (Foto:mb/jejakrekam)

BANJARMASIN – Cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini, tak hanya berpotensi menyebabkan banjir rob ataupun potensi bencana di kawasan permukiman. Kondisi ini juga berpengaruh ke penanaman padi di sawah, pada beberapa lokasi di Banjarmasin.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi. Menurutnya, ini disebabkan karena curah hujan yang sedang tinggi-tingginya, khususnya di dari bulan November hingga Desember saat ini.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Karena intensitas curah hujan yang sangat tinggi ini, dari hasil pantauan pihaknya di lapangan, ada beberapa lahan pertanian yang terendam tinggi. Seperti di kawasan Banjarmasin Timur.

Yuli menerangkan, ketinggian air di area persawahan bisa mencapai 30 cm. Hingga paling parah di Banjarmasin Selatan yang bisa mencapai pinggang orang dewasa. “Ini tentu menjadi kendala bagi petani. Apalagi kita mau meningkat Indeks Pertanaman (IP) dua kali, itu masih terkendala pada keadaan,” ucapnya, seperti dikutip jejakrekam.com.

Untuk melakukan masa penanaman kembali pun, disampaikannya kemungkinan hal ini baru bisa dilakukan kemungkinan di bulan Januari atau Maret tahun depan. “Jadi menunggu air agak surut, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, meskipun masa penanaman padi di wilayah Banjarmasin terganggu akibat kondisi cuaca. Hal tersebut dikatakan Yuli tak akan terlalu berpengaruh pada stok pangan di Kota Banjarmasin.

Ini karena Kota Banjarmasin bukanlah sebagai daerah penyangga, dan sebagian besar persediaan pangan pun didapatkan dari kabupaten tetangga yang ada di sekitar Banjarmasin. “Penanaman di sini itu istilahnya semacam kontribusi saja, terhadap keberadaan stok pangan atau beras yang ada,” jelasnya.

“Karena dengan luasan sekitar 2.600 hektar, begitu panen serentak paling kalau diberikan atau dimakan oleh masyarakat Kota Banjarmasin. Itu paling 40 sampai 50 hari (persediaannya) habis,” tandasnya. jjr

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper