Mata Banua Online
Senin, Maret 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Beras Kebutuhan Hotel dan Resto Tetap Impor

by Mata Banua
10 Desember 2024
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pa­ng­an (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) men­ya­takan akan memperkecil keran impor be­ras untuk kebutuhan hotel, restoran, dan ka­fe (horeka).

Hal itu disampaikan Zulhas dalam acara Indonesia Marine & Fisheries Business Forum: Blue Food Competent Authority Dialogue, Jakarta.

Berita Lainnya

Proyeksi Harga Emas 2026 Bisa Capai 6.000 Dolar AS

Proyeksi Harga Emas 2026 Bisa Capai 6.000 Dolar AS

15 Maret 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Cadangan Beras Tembus 4 Juta Ton

15 Maret 2026

Dalam kesempatan itu, Zulhas menuturkan bahwa pe­me­rin­tah telah memutuskan In­do­ne­sia tidak akan mengimpor beras kon­sumsi pada tahun depan. “Apa­kah tidak ada [impor beras] ya­ng lainnya? Ada itu beras yang di­makan Pak Wamen biasanya ka­lau ke restoran Jepang itu ma­sih dikit-dikit impornya masih ada. Pembicara-pembicara bi­a­sa­nya kalau suka beras basmati, kita ti­dak bisa bikin itu, ada [impor] ta­pi sedikit,” jelas Zulhas.

Untuk itu, Eks Menteri Per­da­gangan 2022-2024 itu men­je­las­kan pemerintah tetap meng­im­por beras untuk keperluan ho­re­ka, meski tidak akan membuka ke­ran impor beras untuk ko­n­sum­si. “Jadi beras-beras restoran bia­sanya Itu masih ada sedikit [im­por]. Tapi untuk konsumsi, ki­ta tidak akan, konsumsi secara umum tidak ada impor lagi,” te­ra­ngnya.

Pasalnya, Zulhas me­n­era­ng­kan bahwa jika pemerintah me­no­lak beras dari luar negeri, maka In­donesia akan mendapatkan sank­si. “Karena kalau restoran Je­pang mau masukkan beras dari Je­pang tidak boleh, kita bisa d­i­san­ksi, Jadi itu masih kita per­ke­­nankan,” jelasnya.

Sama halnya dengan beras je­nis lainnya, seperti beras biryani dan basmati dengan jumlah impor ya­ng mini. “Jadi kalau nanti res­toran-restoran, briyani dan se­ba­gai­nya perlu beras basmati, kalau ki­ta tidak kasih Itu nanti Pakistan, In­dia, Bangladesh bisa marah sa­ma kita. Tapi volumenya kecil,” tu­turnya.

Namun, dia kembali me­ne­gas­kan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras kon­sum­si. “Tapi beras yang biasa kita im­por, yang tahun lalu hampir 3 ju­ta lebih, tahun ini kita tidak akan impor lagi,” terangnya.

Sebelumnya, Zulhas me­ne­gas­kan pemerintah tidak akan lagi mem­buka keran impor beras, ja­gu­ng pakan ternak, hingga gula ko­n­sumsi pada 2025 mendatang. Dia menyampaikan bahwa hal itu su­dah diputuskan dalam rapat ne­raca komoditas untuk 2025. “Tahun 2025, saya ulangi, tidak im­por beras untuk konsumsi, ti­dak impor gula untuk konsumsi, ti­dak impor jagung untuk pakan [ter­nak], tidak impor garam un­tuk konsumsi,” jelas Zulhas.

Sementara itu, stok beras di gu­dang Bulog mencapai 2 juta ton di akhir tahun ini. Dia juga men­yatakan pemerintah me­nar­get­kan produksi beras pada 2025 men­capai lebih dari 32 juta ton de­ngan kebutuhan 31 jut ton. “Ja­di kalau tidak ada halangan ke­ja­di­an yang luar biasa atau bencana alam Insya Allah nanti kita tidak akan impor lagi beras untuk kon­sum­si,” tandasnya. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper