
BANJARMASIN – Banjir rob akan terjadi di sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin pada Bulan Desember 2024 ini. Dua wilayah yakni Kecamatan Banjarmasin Barat dan Timur, sangat rentan mengalami pasang tinggi atau banjir rob.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Husni Thamrin mengatakan, kota seribu sungai ini berdasarkan edaran Walikota Banjarmasin Ibnu Sina ditetapkan status siaga banjir rob per 1 Desember tadi.
Edaran itu berdasarkan Informasi BMKG dalam Press Release Prakiraan Musim Hujan Tahun 2024/2025 dan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 300.2.3/239/BPBD/2024 Tentang Antisipasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir, Cuaca Ekstrim, Longsor, dan Gelombang Pasang di Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024/2025.
“Status siaga ini berlaku hingga 31 Maret 2025 atau selama 4 bulan,” kata Husni Thamrin.
Status ini merupakan siaga yang saban tahun memang disiapkan. Selain itu berdasarkan kajian-kajian bencana 2022 serta rencana penanggulangan pada 2023 lalu, hingga muncul isu strategis mengenai banjir rob.

Ia menyebutkan bencana ini bukan bencana seperti 14 Januari 2021 silam. “Saat ini cuaca ekstrim, BMKG melakukan koordinasi imbauan peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Ini dimulai sejak pekan ketiga bulan Oktober lalu hingga Maret nanti,” katanya.
Sedangkan berdasarkan prediksi curah hujan tertinggi pada Desember. “Penyebab banjir rob pada 14 Januari 2021 disertai dengan curah hujan yang tinggi. Desember ini juga curah hujan tertinggi di sepanjang tahun. Makanya perlu waspada,” bebernya.
Selain hujan lebat, kemungkinan ada 12 kali terjadinya pasang air laut cukup tinggi dengan ketinggian 28 hingga 29 cm. Bahkan dampak ini ada dua wilayah yang masuk rawan banjir rob, yakni Kecamatan Banjarmasin Barat dan Kecamatan Banjarmasin Timur.
“Barat itu berasal dari arah datang air Sungai Barito. Kemudian dari Timur itu kiriman dari Kabupaten Tetangga dari Sungai Lulut,” jelasnya.
Tak menutup kemungkinan beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Kecamatan Banjarmasin Utara sangat berpotensi terjadinya banjir rob karena berdekatan dengan bantaran sungai.
“Untuk itu masyarakat kita harus waspada dan berhati-hati,” katanya. via
.

