Mata Banua Online
Jumat, Maret 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Program Baru, Beri Makanan Tambahan Anak Wasting

by Mata Banua
5 Desember 2024
in Advertorial, Tanah Laut
0
D:\2024\Desember 2024\6 Desember 2024\7\7\02.jpg
PJ Bupati Tanah Laut H Syamsir Rahman saat memberikan makanan tambahan kepada anak-anak.(foto;mb/ist

 

PELAIHARI – Salah satu prog­ram baru yang dilakukan Pe­me­rin­tah Kabupaten Tanah Laut un­tuk menanggulangi stunting yak­ni dengan memberikan makanan tam­bahan kepada anak-anak yang whus­ting alias kurus.

Berita Lainnya

Wakil Bupati Tanah Laut Apresiasi UMKM Acil Waluh

Wakil Bupati Tanah Laut Apresiasi UMKM Acil Waluh

26 Maret 2026
Pengamanan Objek Wisata Pantai Batakan Ditingkatkan

Pengamanan Objek Wisata Pantai Batakan Ditingkatkan

25 Maret 2026

Hal tersebut diungkapkan Ke­pala Dinas Kesehatan Ka­bu­pa­ten Tanah Laut dr Isna Farida, da­lam upaya pemerintah untuk me­ng­atasi stunting. “Jangan sam­pai yang wasting jatuh ke stun­ting, dan pemberian makanan tam­bahan tersebut selama 90,”kata Isnai

Selain itu ada juga kegiatan pa­­da anak sekolah, kegiatannya se­nam bersama, makan pagi ber­sama sambil edukasi ten­tang kesehatan dan minum tab­let tambah darah.

Inovasi daerah pemberian ma­kanan untuk anak yang was­ting alias kurus sama me­n­da­ta­ng dr spesialis anak.

Isna menjelaskan bahwa sas­aran stunting anak dibawah 5 tahun, dan untuk Kabupaten Ta­nah Laut, terbanyak di daera Asam-asam karena disana ban­yak pekerja.

Ia menjelaskan penyebab stun­ting adalah kekurangan gizi, yang di­duga berawal dari pernikahan di­ni karena kurang memahami ke­ha­milan.

“Karena hamil muda sehingga ku­rang memahami kehamilan, pa­da­hal waktu hamil itu sangat di­per­lukan gizi.Kalau saat hamil ke­ku­rangan gizi maka akan ber­dam­pak pada janin atau bayi yang dikandung.

Sehingga begitu bayi lahir, bisa ja­di berat badannya dibawah nor­mal, asi sang ibu tidak normal, di­tambah lagi faktor ekonomi atau lain­nya yang menyebabkan anak men­jadi stunting,”ungkapnya.

Lanjutnya Dinkes gencar me­la­kukan upaya pencegahan dan pe­na­nggulangan sejak Juni 2024, pe­nim­bangan bayi juga wajib di­la­ku­kan untuk seluruh bayi-bayi yang ada di Kabupaten sekitar 30.000 wajib ditimbang setiap bu­lannya.

“Untuk tahun 2025 program na­sional Asi bergizi pemberian ma­kanan tambahan tetap wajib di­lak­sanakan, inovasi daerah p­e­me­rik­saan spesialis kebidanan dan anak te­tap dilanjutkan.Begitu pula de­ng­an pemberian makanan kepada anak wasting tetap di­lan­jut­kan,”jelas dr Isna Farida. ris

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper