Mata Banua Online
Kamis, April 16, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kurangi Kebiasaan Merokok, Dokter: Perlu Edukasi Khusus Bagi Perokok

by Mata Banua
3 Desember 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Desember 2024\4 Desember 2024\11\Halaman 1-11 Rabu\kurangi.jpg
(foto:mb/web)

(foto:mb/web)Kebiasaan merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Dampak buruknya bagi kesehatan individu dan lingkungan sudah sangat jelas.

Untuk itu, upaya-upaya untuk mengurangi prevalensi perokok, terutama di kalangan dewasa, terus dilakukan. Salah satu langkah efektif adalah melalui edukasi yang intensif dan terarah.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Praktisi kesehatan dokter Cashtry Meher mengatakan perlu dilakukan edukasi khusus kepada perokok sebagai upaya mengurangi kebiasaan merokok, khususnya pada perokok dewasa. “Memaksimalkan konsep pengurangan bahaya tembakau melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif dapat menjadi opsi terbaik bagi perokok dewasa untuk mengurangi kebiasaan merokok, sekaligus membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dalam menurunkan prevalensi merokok serta angka penyakit tidak menular,” katanya di Medan, Senin (25/11/2024).

Ia mengatakan berhenti merokok secara langsung memang sangat sulit dilakukan, sebab perokok dewasa berpotensi untuk mengalami gejala relapse atau kembali ke kebiasaan merokok. Untuk itu, selain mendorong penerapan pola hidup sehat, kata dia, perlu adanya upaya edukatif lainnya seperti penerapan konsep pengurangan bahaya tembakau yang memanfaatkan inovasi teknologi terkini untuk mengurangi kebiasaan merokok.

Dengan mengoptimalkan upaya alternatif tersebut, lanjutnya, prevalensi merokok, terutama di Kota Medan, diharapkan dapat turun. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), kebiasaan merokok meningkatkan risiko terpapar Penyakit Tidak Menular (PTM).

Adapun menurut data Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 menunjukkan angka perokok aktif cukup tinggi di Kota Medan, terutama di kalangan pria dewasa dengan persentase mencapai 42 persen di kalangan usia 24 hingga 54 tahun. Cashtry meneruskan upaya edukatif dapat dilakukan oleh tenaga medis, sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan konsep pengurangan bahaya tembakau. Sebab, tenaga medis berinteraksi langsung dengan perokok.

Selain itu pemerintah dapat menyelaraskan upaya edukatif, seperti penerapan konsep pengurangan bahaya tembakau dengan program skrining PTM di tingkat puskesmas. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi langkah konkret mengurangi masalah PTM sehingga target Pemkot Medan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dapat terealisasikan.

Pemkot Medan bersama seluruh pemangku kepentingan juga dapat berkolaborasi untuk memasifkan konsep pengurangan bahaya tembakau agar semakin efektif dalam menurunkan prevalensi merokok dan angka PTM. “Dengan demikian pendekatan pengurangan bahaya tembakau selaras dengan program pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Medan,” katanya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper