Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kerugian Bencana Sosial Capai Rp 100 Miliar

by Mata Banua
1 Desember 2024
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2024\Desember 2024\2 Desember 2024\2\Kerugian Bencana Sosial Capai Rp 100 Miliar.jpg
Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos. (foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Kerugian akibat bencana sosial meliputi kebakaran pemukiman dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kecelakaan perahu di Provinsi Kalimantan Selatan hingga November 2024 mencapai Rp 106,136 miliar.

“Kalau dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 96,693 miliar, artinya tahun 2024 ini terjadi peningkatan,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Minggu (1/12).

Berita Lainnya

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

12 April 2026
Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

12 April 2026

Menurut Madi –sapaan akrabnya, dari total kerugian akibat bencana sosial tersebut terbanyak di Kota Banjarmasin mencapai Rp 44,805 miliar.

Selain itu, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mencapai Rp 9,484 miliar, Banjar sekitar Rp 8,670 miliar, Tabalong Rp 8,180 miliar, Kotabaru Rp 5,915 miliar, dan Hulu Sungai Tengah (HST) di taksir Rp 5,326 miliar.

Kemudian, Kabupaten Balangan sekitar Rp 4,955 miliar, Hulu Sungai Utara (HSU) Rp 4,530 miliar, Hulu Sungai Selatan (HSS) Rp 3,730 miliar, Tanah Laut (Tala) Rp 3,5 miliar, Kota Banjarbaru Rp 3,025 miliar, Kabupaten Barito Kuala (Batola) Rp 2,134 miliar, dan Tapin sekitar Rp 1,881 miliar.

Ia menyebutkan, frekuensi bencana sosial hingga November 2024, yakni terjadi 738 kali bencana yang terdiri atas 730 kebakaran pemukiman dan karhutla, serta delapan kali kecelakaan perahu.

“Dari 730 kali kebakaran pemukiman dan karhutla itu terbanyak di Kota Banjarbaru 160 kali, di susul Kabupaten Banjar 133 kali, Tala 98 kali, dan Kota Banjarmasin 65 kali,” katanya.

Sedangkan kecelakaan perahu, lanjut dia, tiga kali di Kota Banjarmasin, masing-masing dua kali di Kabupaten Batola dan Tala, seta satu kali di Kabupaten Banjar.

Akibat kebakaran pemukiman penduduk tersebut menyebabkan 667 kepala keluarga (KK) atau 2.338 jiwa kehilangan tempat tinggal dan 14 orang meninggal dunia, serta 28 orang mengalami luka-luka.

Dari 14 orang korban meninggal dunia tersebut, lima di Kota Banjarmasin, masing-masing tiga orang di Kabupaten Banjar dan Batola, serta masing-masing satu orang di Tanbu, Tala, dan HST.

Selain itu, akibat keseluruhan bencana sosial itu, menyebabkan 654 buah rumah penduduk rusak total, 290 buah rumah mengalami berat, dan 102 rumah rusak ringan. ani

Foto:

H Achmadi SSos

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper