Mata Banua Online
Minggu, April 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kalsel Mantapkan Jadi Daerah Prioritas Pengembangan Sawah Baru

by Mata Banua
24 November 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman bersama Plh Gubernur Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar ketika menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Cetak Swah Baru di Provinsi Kalsel dan Kalteng di Banjarmasin

BANJARMASIN – Peme­rintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan terus melakukan persiapan dalam mendukung program peme­rintah Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk swasembada pangan yang merupakan pro­gram dari Presiden Prabowo Subianto.

Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

1 April 2026
Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

1 April 2026

“Kita siap mendukung pro­gram cetak sawah di banua,­” kata Plh Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar pada Rapat Koor­dinasi Cetak Sawah Pro­vinsi Kalimantan Selatan dan Kali­mantan Tengah yang dibuka Menteri Pertanian RI, H Andi Am­ran Sulaiman, di Ban­jar­masin, Selasa (21/11) malam.

Roy mengatakan bahwa Kalimantan Selatan terus memantapkan diri menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan sawah baru guna mendukung swasembada pangan nasional.

Program cetak sawah sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah tersebut sekaligus memberikan peluang kesejahteraan bagi masyarakat petani.

“Progres program cetak sawah di Kalimantan Selatan ditargetkan selama empat tahun dengan luas 500 ribu hektar dan memiliki potensi cetak sawah hingga 530.000 hektar,” ujarnya.

Roy juga menyebutkan bahwa keseriusan Pemprov Kalsel dalam mendukung program tersebut yakni dengan siapnya eksapator yang akan menggarap lahan sawah tersebut.

“Untuk alat berat perusahaan lokal Kalsel yang telah tersedia dan siap bekerja menggarap sawah sebanyak 580 unit yang kedepannya akan terus bertambah sesuai kontrak kerja yang telah disepakati,” tambahnya lagi.

Roy mengatakan bahwa tantangan ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan dengan pen­dekatan parsial, tetapi dibutuhkan kolaborasi, inovasi dan komitmen berkelanjuta dari seluruh pe­mangku kepentingan.

Untuk itu, sebut Roy, Rakor ini menjadi momentum penting untuk menginventarisisasi ber­bagai kendala dan permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan), RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus berkolaborasi dalam mendukung program cetak sawah termasuk kesiapannya dalam menciptakan lahan sawah baru.

Menurut Amran, Presiden Prabowo telah meluncurkan program cetak sawah untuk mewujudkan swasembada pa­ngan yang berfokus pada daerah strategis, salah satunya yakni Kalimantan Selatan dan Kali­mantan Tengah.

Andi menambahkan bahwa hingga tahun 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) menarget­kan akan mencetak sawah baru seluas 1 juta hektar.

Ia juga menyampaikan bah­wa cetak sawah baru ini bertujuan untuk mengatasi alih fungsi lahan dan menjaga ketahanan pangan nasional.

“Program cetak sawah ini diperlukan untuk mencapai cita-cita kedaulatan pangan Indonesia di masa yang akan datang. Inilah yang di cita-citakan Bapak Presiden kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kalsel ditargetkan membuka 500 ribu hektar sawah baru melalui program CSR ini dengan rincian Kabupaten Sulu Sungai Selatan (HSS) seluas 58.987 hektar, Hulu Sungai Tengah (HST) seluas 23.611 hektar, Hulu Sungai Utara (HSU) seluas 40.252 hektar.

Kemudian, Kabupaten Tanah Laut (Tala) seluas 36.274 hektar, Kabupaten Tapin seluas 41.995 hektar, Banjar seluas 26.103 hektar, Barito Kuala (Batola), seluas 32.602 hektar, Kotabaru seluas 94.736 hektar, Tanah Bumbu (Tanbu) seluas 26.825 hektar.

Selanjutnya, Kabupaten Bala­ngan seluas 8.365 hektar, Kota Banjarbaru seluas 11.434 hektar, Banjarmasin seluas 1.321 hektar dan Kabupaten Taba­long seluas 84.706 hektar.

Program ini akan meli­batkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelom­pok tani, lembaga swadaya masyarakat, pesantren dan kelompok masyarakat lainnya. md/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper