Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemko Berencana Kembangkan Program Sanitasi Jangka Menengah

by Mata Banua
19 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\20 November 2024\5\hal 5\IMG_20241119_134945_1Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat menghadiri Lokakarya.jpg
WALIKOTA Ibnu Sina saat menghadiri Lokakarya Konsultasi Pemangku Kepentingan dalam rangka rencana pengembangan sanitasi jangka menengah 2015-2029 di Banjarmasin, Selasa (19/11). (Foto:mb/ant/hms pemko)

 

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin merencanakan pengembangan program Sanitation Infrastructure and Institunional Support (SIIP) atau infrastruktur sanitasi dan dukungan kelembagaan jangka menengah, yakni 2025-2029.

Berita Lainnya

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

12 April 2026
Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

12 April 2026

“Ini rencana pengembangan sanitasi Kota Banjarmasin dalam 5 tahun ke depan,” ujar Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, komitmen ini dituangkan dalam gelar lokakarya konsultasi pemangku kepentingan dalam rangka rencana pengembangan sanitasi jangka menengah di kotanya.

Salah satu targetnya, ungkap Ibnu Sina, gerakan Open Defecation Free (ODF) atau gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan hingga 100 persen di seluruh kelurahan.

Sementara ini, kata dia, gerakan ODF di kotanya sudah sebanyak 44 kelurahan atau 84,6 persen dari 52 kelurahan di kota ini.

“Tinggal delapan kelurahan saja lagi yang belum, kita target akhir tahun ini bisa semua,” ujarnya.

Ibnu Sina mengakui mengubah perilaku masyarakat bukan hal yang mudah, terutama di daerah bantaran sungai, di mana kebiasaan BAB sembarangan sudah lama mengakar.

“Untuk menghilangkan kebiasaan ini butuh dialog panjang, apalagi kalau sudah menyangkut jamban (toilet ) di pinggir sungai. Ini harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kebiasaan tersebut tidak hanya terkait perilaku individu, tetapi juga masalah ketersediaan infrastruktur sanitasi yang layak.

Terkait program ini, kata Ibnu Sina, tentu penting untuk direncanakan dengan baik dalam 5 tahun, agar sanitasi dan program kerja sama SIIP di Kota Banjarmasin semakin baik.

“Kemudian juga terkait Infrastrukturnya, kemudian untuk yang program supportnya ini juga bisa diteruskan, karena ini memang Kerjasama dengan Kementerian PUPR dan KIAT (Kerjasama Indonesia dan Australia) untuk infrastrukturnya,” pungkasnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper