Mata Banua Online
Minggu, April 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Festival Tunas Bahasa Ibu Upaya Lestarikan Bahasa Banjar

by Mata Banua
14 November 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hj Husnul Hatimah ketika menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalsel pada penutupan Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Banjar Tahun 2024 bagi Siswa SD dan SMP se-Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin

BANJARMASIN – Plh Gubernur Kalimantan Selatan melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hj Husnul Hatimah menutup kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Bahasa Banjar Tahun 2024 bagi Siswa SD dan SMP se-Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (13/11) malam.

Berita Lainnya

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

Ketua TP PKK Kalsel Hadiri Kajian Muslimah di Sabilal Muhtadin

1 April 2026
Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

Pemprov Kalsel Pastikan Program Kegiatan Berbasis Kebutuhan

1 April 2026

Dalam momentum itu, sejumlah siswa dan siswi dari masing-masing kelompok perwakilan di 13 Kabupaten/Kota melakukan yel-yel. Dengan ciri khasnya sendiri, keceriaan tergambar di acara penutupan tersebut.

Pembukaan secara cere­mony oleh Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, kesem­bilan perempuan berpakaian Dayak itu menampilkan Tari Gaprak Piring. Terlihat 60 Piala Tunas Bahasa di atas meja, dengan total hadiah sebesar Rp135 juta.

Tampak hadir sejumlah pejabat daerah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Kalsel dan sederet juri yakni Ali Syamsudin Arsi, Abdurrahman El Husaini, Ersis Warmansyah Abbas, Hadani Had, Zulfaisal Putera, Gusti Indra Setiawan, Rezqie Atmanegara, Hatmiati Masy’ud dan Nailiya Nikmah.

“Alhamdulillah Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Banjar tingkat provinsi yang penuh semangat dan antusiasme ini,” ucap Plh Gubernur Kalsel, Roy Rizali Anwar dalam sam­butan tertulisnya yang disam­paikan oleh Staf Ahli, Husnul Hatimah.

Husnul menyebut festival ini tidak hanya menjadi ajang perlom­baan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang berharga dalam melestarikan Bahasa Banjar sebagai bagian penting dari budaya.

Menurutnya, bahasa Banjar adalah warisan yang telah turun-temurun diwariskan oleh leluhur kita.

Dalam kesempatan itu, Husnul menganggap kegiatan ini bagian salah satu merawat identitas budaya yang harus kita jaga agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman.

“Sebagai generasi penerus, baginya seluruh elemen masya­rakat, termasuk anak-anak kita memiliki tanggung jawab besar untuk tetap mem­pertahankan dan mengembangkan bahasa ini,” tegasnya.

Melalui kegiatan seperti festival tunas bahasa ibu ini, Husnul menginginkan agar kita tidak hanya mengenalkan bahasa dan sastra daerah kepada generasi muda, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa cinta budaya dalam diri mereka.

“Saya sangat bangga men­dengar bahwa sebanyak 130 siswa SD dan SMP dari seluruh pelosok Kalimantan Selatan telah ikut berpartisipasi dalam festival ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Drs Imam Budi Utomo mengapresiasi kepada guru pendamping bahasa, akademisi, budayawan dan sastrawan yang ada di Kalsel.

“Inilah puncak dari imple­mentasi tunas bahasa ibu dari bahasa daerah dan kami meng­ucapkan yang sangat tulus kepada pemerintah provinsi dan kabu­paten/kota dalam meles­tarikan bahasa daerah,” ungkap Imam.

Imam menjelaskan bahwa festival tunas bahasa ibu telah masuk dalam kebijakan nasional agar setiap daerah dapat mem­peroleh sertifikat bahasa.

Kepala Balai Bahasa Pro­vinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid mengaku bangga kepada tunas-tunas muda yang telah melestarikan bahasa daerah dan menyebut ada tiga bahasa yang dilestarikan yaitu bahasa Banjar, bahasa Bakumpai dan bahasa Deah.

“Pada malam ini, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2024 merupakan program dari revitalisasi bahasa daerah. Jadi, kegiatan ini melestarikan tiga bahasa itu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, pembagian sebuah pigura dalam bentuk penghargaan bagi Kabu­paten/Kota yang berkontribusi dalam pengem­bangan tunas bahasa ibu. mr/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper