Mata Banua Online
Selasa, April 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penanganan TPS RK Ilir Jadi PR DLH

by Mata Banua
12 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\12 November 2024\5\hal 5\Salah satu Tps di Banjarmasin yang selalu meluber.jpg
SALAH satu TPS di Banjarmasin yang sampahnya sering meluber hingga ke jalan raya. (Foto:mb/via)

 

BANJARMASIN – Terus meluber dan baunya sudah sangat mengganggu masyarakat setempat, penanggulangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan RK Ilir, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menjadi PR bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin.

Berita Lainnya

Pemko Terbuka Jajaki Kerjasama Pihak Ketiga

Pemko Terbuka Jajaki Kerjasama Pihak Ketiga

13 April 2026
Yamin Percayakan Erdani Kastien Pimpin PT PALD

Yamin Percayakan Erdani Kastien Pimpin PT PALD

13 April 2026

Meski sering dilakukan pengangkutan, namun setiap hari tumpukan sampah selalu berdatangan hingga meluber ke jalan. Terlebih ketika hujan maka menimbulkan bau menyengat dan genangan becek.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengakui masalah TPS RK Ilir lantaran kapasitas tampungnya yang berlebihan.

Warga setempat bertumpu hanya pada satu TPS RK Ilir, karena TPS di Pasar Pekauman telah ditutup. Sampah ini berasal dari beberapa kelurahan seperti Kelayan Barat, Kelayan Selatan, Kelayan Luar, dan Kelayan B. “Setelah TPS di Pekauman ditutup, sampah dari beberapa kelurahan terpusat ke sini,” jelas Marzuki, belum lama tadi.

Menurutnya, melubernya sampah ke jalan juga dipengaruhi oleh posisi bak penampungan yang agak tinggi. “Mungkin warga juga sengaja meletakkan sampah di pinggir-pinggir jalan dan tak memasukkan ke dalam bak tampung TPS,” kata pria yang akrab disapa Bang Jack ini.

DLH pun berencana menambah oprit agar warga lebih mudah menaruh sampah ke dalam bak, meski ini bukan solusi utama. “Solusi utama adalah memecah konsentrasi pembuangan sampah dengan mengoptimalkan program surung sintak,” katanya.

Diharapkan kerja sama dan kesadaran warga mengantar sampah mereka ke armada DLH pada waktu tertentu. Alternatif lain adalah meminta warga langsung membuang sampah ke TPA Basirih atau menambah TPS baru di lokasi terdekat.

Bang Jack juga mengatakan bahwa DLH sulit melakukan penambahan TPS karena warga sekitar umumnya menolak. “Jangankan menambah TPS, selama ini malah banyak yang ingin ditutup karena warga juga tak mau rumahnya berdampingan dengan TPS,” tutupnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper