Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ibnu Klaim Inflasi Banjarmasin Terendah di Kalimantan

by Mata Banua
9 Oktober 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Oktober 2024\10 Oktober 2024\5\hal 5\H Ibnu Sina.jpg
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. (foto:mb/ist)

 

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengklaim kota yang dipimpinnya mengalami inflasi terendah di Pulau Kalimantan yakni mencapai 2,03 persen secara tahunan.

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

“Ini sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan ini,” ujar Ibnu Sina di Banjarmasin, Rabu (9/10).

Menurut dia, data BPS Kota Banjarmasin yang dilaporkan pada 1 Oktober 2024, penyumbang inflasi atau kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum terus meningkat di kota ini tidak pada bahan pokok.

Namun, ungkap dia, penyumbang utama inflasi pada bulan September 2024 secara tahunan adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sekitar 0,8 persen, kelompok transportasi sekitar 0,37 persen dan kelompok makanan, minuman dan tembakau sekitar 0,33 persen.

“Bahkan pada September 2024 itu terjadi deflasi atau kondisi ketika harga barang dan jasa secara umum terus menurun, yakni 0,15 persen secara bulanan,” ucapnya.

Dinyatakan dia, terjadi deflasi ini komiditas penyumbang utama antara lain angkutan udara, beras, cabai rawit, telur ayam ras dan bensin.

Menurut Ibnu Sina, terjadi deflasi secara bulanan dan inflasi yang sangat rendah secara tahunan karena ketersediaan bahan pokok di daerah ini mencukupi.

“Tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar minyak dan lainnya,” kata dia. Apalagi kelangkaan beras yang menjadi bahan pokok utama, kata dia, karena saat ini musim panen padi.

“Bahkan pertanian padi di daerah kita saat ini lagi panen raya, hingga stok beras lokal tidak lagi kekurangan, hingga harganya terus turun,” paparnya.

Ibnu Sina menyampaikan, pemerintah kota dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan di lapangan, jangan sampai ada bahan pokok yang langka.

“Selain beberapa strategi untuk kita terus menurun angka inflasi di daerah Selain tutur Ibnu Sina. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper