
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin telah mengeluarkan surat edaran (SE) kepada bupati/walikota untuk melakukan pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di banua.
“SE Gubernur Kalsel tersebut telah disampaikan kepada bupati dan walikota dalam rangka mengantisipasi Karhutla tahun 2024 ini,” kata Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, di Banjarbaru, Kamis (19/9).
Surat edaran itu, kata Bambang, menyusul ditetapkan Kalsel sebagai siaga bencana karhutla sejak 21 Agustus 2024 lalu dan kini sudah ada sejumlah titik hotspot di sejumlah daerah, tetapi masih terkendali.
Menurut Bambang, dalam SE Gubernur Paman Birin tersebut juga meminta instansi terkait di daerah untuk melakukan pemetaan terhadap potensi kemungkinan terjadinya Karhutla dan kekeringan diwilayah masing-masing.
“Kami berharap melalui langkah-langkah antisipasi tersebut akan meminimalisir kejadian Karhutla dan kekeringan pada musim kemarau tahun 2024 yang diperkirakan puncaknya September ini,” ujar Bambang.
Untuk mengantisipasi Karhutla, kata Bambang, BPBD Provinsi Kalsel telah melakukan langkah-langkah strategis antara lain mendirikan posko-posko di lokasi yang termasuk rawan bencana karhutla, terutama di sekitar Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
“Hingga saat ini belum ada pesawat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang mengalami delay (keterlambatan) akibat kabut asap yang disebabkan karhutla dan kita terus berjuang untuk mencegah terjadi karhutla di ring 1 Bandara,” katanya.
Dia menjelaskan, pada Posko termasuk Posko Induk yang ada di Asrama Haji Banjarmasin di Banjarbaru, bukan hanya ada sumber daya manusia (SDM), tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk peta potensi rawan karhutla.
Untuk menangani karhutla yang telah terjadi, kata Bambang, Kalsel telah mendapat bantuan heli water boombing tiga unit dan kini telah melakukan pemadaman di sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan yang tidak terjangkau transportasi darat.
Langkah lainnya, lanjutnya, Paman Birin juga telah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan mudifikasi cuara untuk melakukan hujan buatan, karena dinilai awannya cukup untuk melakukan hal itu. ani

