Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Istana Nilai Respons Publik Seakan Menyudutkan Kaesang

Singgung Mega dan Mahfud MD Pakai Jet Pribadi

by Mata Banua
18 September 2024
in Headlines
0
I:\Ronny\Halaman 1-11 Kamis\kaesang.jpg
KAESANG PANGAREP

 

JAKARTA – Pihak Istana melalui Kepala Presidential Communication Officer (PCO) Hasan Nasbi merespons polemik dugaan gratifikasi yang dituduhkan kepada putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.

Berita Lainnya

Perubahan Ongkos Tidak Dibebankan pada Jemaah Haji

Perubahan Ongkos Tidak Dibebankan pada Jemaah Haji

9 April 2026
Praperadilan Kajari dan Kasi Intel HSU Tak Diterima

Praperadilan Kajari dan Kasi Intel HSU Tak Diterima

9 April 2026

Hasan menilai respons publik itu seakan menyudutkan Kaesang. Padahal Kaesang bukan merupakan penyelenggara negara. Ia kemudian menyinggung Ketum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang kerap menggunakan jet pribadi.

“Misalnya dari tayangan-tayangan bahkan video-video yang kita lihat, Ibu Mega kerap kali menggunakan private jet ya di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Hasan dalam siniar yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @hasan_nasbi, Selasa (17/9) yang telah diizinkan untuk dikutip CNNIndonesia.com.

Padahal dalam rentang waktu itu Megawati menurutnya masih tercatat sebagai Ibu dari Puan Maharani yang menjabat sebagai Menko PMK hingga Ketua DPR RI.

Posisi itu menurutnya mirip dengan Kaesang yang saat ini tercatat sebagai putra Presiden yang merupakan penyelenggara negara.

“Atau bahkan ada misalnya pejabat publik yang di masa dia menjabat naik private jet, Pak Mahfud MD misalnya,” kata dia.

Mahfud bahkan menurutnya sudah mengakui ke publik bahwa kerap naik jet pribadi milik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

“Atau misalnya kita bisa lihat yang lain-lain lah, tokoh-tokoh publik yang masih menjabat. Bahkan yang naik private jet, tapi ketika itu enggak heboh,” jelas Hasan.

Oleh sebab itu, Hasan menilai kondisi Kaesang itu dijadikan trial by the press alias peradilan sepihak yang dilakukan oleh media massa dengan memberikan berita terus menerus sehingga menarik opini publik untuk menghakimi pihak yang dianggap bersalah padahal proses perkara belumlah selesai atau berkekuatan hukum tetap.

Pun, ada beberapa pihak yang menurutnya membenci Kaesang dan keluarga Presiden Jokowi, sehingga mereka menjadikan momentum Kaesang itu untuk mengglorifikasi kebencian mereka.

“Ini kalau, kalau hanya untuk untuk Mas Kaesang, kemudian mereka heboh. Tapi untuk yang lain, Ibu Mega pak Mahfud, ibu Puan dan yang lain-lain mereka enggak ambil pusing. Tapi untuk Kaesang tiba-tiba mereka begitu antusias,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan juga mengklaim Kaesang sudah berupaya menjalani gaya hidup sewajarnya dan tidak bermewah-mewahan. Ia menyebut, sebagai buktinya adalah Mendag Zulkifli Hasan hingga Direktur TVRI yang sempat satu perjalanan dengan Kaesang.

Hasan menyebut pada 18 Agustus setelah Kaesang merayakan HUT RI di IKN Kalimantan Timur, Kaesang pulang menggunakan pesawat komersial dan duduk di kursi ekonomi. Sementara di kelas bisnis ada sejumlah menteri hingga Direktur TVRI.

“Ini yang direktur TVRI teman kita, Iman Brotoseno itu bolak-balik ke belakang menawarkan tukar kursi sama Mas Kaesang,” klaim Hasbi sembari menambahkan Iman bersedia memberikan kesaksian itu.

Hasan pun menyebut apabila sedari awal Kaesang menyukai gaya hedonisme, maka Kaesang bisa saja meminta temannya untuk menjemput Kaesang dengan pesawat jet.

Sementara terkait perjalanan Kaesang ke AS, ia mengklaim Kaesang awalnya ingin bertolak ke Negeri Paman Sam itu pada 20 Agustus. Namun teman Kaesang menawarkan untuk bergabung bersama pada 18 Agustus.

“Buka saja jadwal penerbangannya, dia singgah beberapa kota karena itu jadwalnya si yang punya pesawat,” jelas Hasbi.

“Artinya bukan teman ini yang menyesuaikan jadwalnya Kaesang, tapi Kaesang menyesuaikan jadwal kawan ini, dan kalau kita hitung-hitung berhemat berhemat,” imbuhnya.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengapresiasi kedatangan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi soal jet pribadi dalam perjalanan ke Amerika Serikat (AS).

MAKI sebelumnya melaporkan dugaan gratifikasi jet pribadi yang digunakan Kaesang itu ke KPK.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kedatangan Kaesang ke KPK dan ini akan memudahkan semuanya, termasuk memudahkan KPK untuk mendalami dugaan gratifikasi,” kata Boyamin seperti dikutip Antara, Rabu (18/9).

Boyamin berharap KPK akan segera menuntaskan analisis atas klarifikasi yang disampaikan Kaesang untuk menentukan apakah fasilitas jet pribadi itu bentuk gratifikasi atau bukan.

Dia pun menilai kedatangan Kaesang ke Gedung KPK bisa menjadi teladan bagi pejabat ataupun keluarga pejabat jika menerima fasilitas apa pun dari pihak lain.

“Kaesang yang bersedia datang, dan ini bisa menjadi teladan dan contoh bagi pejabat atau keluarga pejabat yang menerima fasilitas apapun itu melaporkan kepada KPK,” ujarnya.

Jika jet pribadi itu dinyatakan sebagai gratifikasi oleh KPK, Boyamin berharap Kaesang mengembalikan nominal yang setara dengan fasilitas yang diterimanya kepada negara.

Kaesang yang merupakan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi kantor KPK pada Selasa (17/9). Ia didampingi Jubir Francine Widjojo, Kuasa Hukum Nasrullah, dan Wakil Menteri ATR/BPN sekaligus Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni.

Ia mengaku datang atas inisiatif pribadi untuk memberikan klarifikasi sekaligus konsultasi soal dugaan gratifikasi berupa jet pribadi yang dialamatkan kepadanya.

Dugaan gratifikasi itu mulanya terungkap dari unggahan sang istri, Erina Gudono, di akun Instagram @erinagudono.

Erina membagikan foto perjalanannya ke AS dan gaya hidup mewahnya saat tiba di sana. Pesawat yang digunakan Erina dan Kaesang diduga merupakan jet pribadi karena memiliki bentuk jendela pesawat yang berbeda dari biasanya.

Sejumlah pihak menduga Kaesang menggunakan jet pribadi Gulfstream G650E milik Garena, perusahaan asal Singapura.

KPK kemudian mengungkapkan Kaesang ikut serta alias nebeng jet pribadi sang teman berinisial Y menuju AS pada 18 Agustus 2024. Hal ini berdasarkan keterangan Kaesang saat memberikan klarifikasi.

KPK akan mendalami lebih lanjut informasi dari Kaesang. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan pun menyatakan tak mengetahui apakah Y merupakan WNI atau WNA.

Selain itu, Pahala juga masih belum mengetahui pasti siapa pemilik jet pribadi yang membawa Kaesang dan rombongan ke AS. web

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper