Mata Banua Online
Selasa, April 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ramai Soal Susu Ikan, Pakar Gizi Sebut Lebih Baik Makan Ikan Secara Langsung

by Mata Banua
17 September 2024
in Mozaik
0
D:\2024\September 2024\18 September 2024\11\Halaman 1-11 Rabu\ramai.jpg
(foto:mb/web)

Istilah susu ikan belakangan ini ramai diperbincangkan, setelah Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran akan menjadikannya sebagai alternatif pengganti susu sapi untuk memenuhi target program makan gratis. Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Hardinsyah, menjelaskan bahwa ikan tidak perlu diubah menjadi produk minuman untuk mendapatkan gizi yang optimal.

Konsumsi ikan secara langsung dinilai lebih baik dan sehat, dibandingkan dengan mengonsumsi produk turunan ikan yang dibuat melalui proses pabrikasi seperti “susu ikan”. “Jadi kalau tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, mengonsumsi ikan dalam bentuk asli sudah lebih dari cukup. Lagi pula ikan itu kan lebih enak kalau dimakan pakai sambal, kalau dibuat minuman akan terasa amis juga, ya walaupun mungkin ada teknologi untuk membuatnya tidak amis,” kata Hardinsyah saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (10/9/2024).

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Ia pun mengkritisi istilah susu ikan yang dinilai kurang tepat. Hardinsyah menjelaskan bahwa ikan bukanlah hewan mamalia dan tidak memiliki kelenjar payudara sehingga tidak menghasilkan susu seperti halnya sapi atau kambing.

Menurut Hardinsyah, istilah susu ikan merujuk pada sebuah produk alternatif minuman yang berasal dari proses pengolahan ikan. Karena itulah menurut dia, lebih tepat jika produk alternatif minuman itu disebut sebagai “sari ikan”, bukan susu ikan.

“Ini mirip seperti susu kedelai, dan susu almond. Banyak orang menyebutnya sebagai susu, padahal yang tepat menurut saya itu disebut sari kedelai atau sari almond saja. Karena memang prosesnya dibuat dari saripati kedelai atau almond,” kata dia.

Dalam konteks gizi, Hardinsyah menjelaskan bahwa protein dan mineral dalam ikan kemungkinan tidak berkurang signifikan jika diolah menjadi produk minuman. Namun, vitamin B kompleks seperti B6 dan B12 yang terkandung dalam ikan, dapat berkurang karena melalui proses pemanasan selama pembuatan produk tersebut.

“Kalau kita berharap ingin mendapatkan protein, atau mineral-mineral, kemungkinan tidak akan berubah. Namun di ikan juga terkandung vitamin B kompleks, ada B6, B12, yang sangat penting, dan itu pasti akan terganggu dan berkurang kalau kena proses yang panas,” kata Hardinsyah. rep

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper