Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pertamina Kaji Ubah Minyak Jelantah Jadi Avtur

by Mata Banua
11 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\12 September 2024\7\Halman ekonomi (12 Sept )\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengkajipengembangan bahan bakar pesawat atau avtur yang berasal dari minyak goreng bekas atau jelantah (used cooking oil).

Berita Lainnya

Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Harga Buyback Emas Antam Naik 10,38 Persen

9 April 2026
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.200

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp85.200

9 April 2026

SVP of Business Development Pertamina Wisnu Medan Santoso mengatakan pihaknya masih mengkaji alternatif cara mengumpulkan minyak jelantah dari masyarakat, termasuk mengumpulkannya di SPBU.

“Sampai saat ini ada beberapa alternatif yang kami pikirkan, kira-kira memanfaatkan jaringan SPBU kita yang ada banyak di Indonesia. Itu bisa kita manfaatkan sebagai sarana pengumpulan,” katanya dalam media briefing di Sarinah, Jakarta Pusat.

Kendati demikian, Wisnu mengatakan rencana mengembangkan bahan bakar dari minyak jelantah masih dalam tahap pembahasan. Begitu juga, dengan cara pengumpulan minyak jelantahnya masih belum diputuskan.

“Ini masih diskusi karena kita kan punya SPBU dan agen-agen yang cukup banyak di seluruh Indonesia. Kita lagi diskusi bagaimana kita mengutilisasi ini untuk menjadi tempat-tempat pengumpulan (minyak jelantah),” katanya. “Terus terang masih belum form. Kita masih eksplorasi, masih brainstorming saja,” imbuhnya.

Rencana produksi avtur dari minyak jelantah sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

“Pernahkah terpikirkan bahwa minyak jelantah atau used cooking oil dapat menjadi bahan bakar untuk industri aviasi atau penerbangan? Hal ini ternyata sudah lumrah dilakukan di beberapa negara tetangga kita, seperti Malaysia dn Singapura,” ujar Luhut dalam akun resmi Instagram @luhut.pandjaitan, Rabu (29/5).

Luhut pun turun tangan dengan memimpin Rapat Rancangan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Pengembangan Industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Indonesia.

SAF merupakan bahan bakar pesawat yang lebih ramah lingkungan yang dibuat dari campuran bahan bakar jet konvensional dan bahan pencampur berkelanjutan. Ada tujuh sumber utama bahan baku SAF, termasuk minyak goreng bekas.

Menurut Luhut, pengembangan industri SAF penting karena Indonesia diprediksi akan menjadi pasar aviasi terbesar keempat di dunia dalam beberapa dekade ke depan dengan asumsi kebutuhan bahan bakar mencapai 7.500 ton liter hingga 2030. Apalagi,Pertamina juga sudah melakukan uji coba statis SAF untuk digunakan pada mesin jet CFM56-7B. “Hal ini membuktikan bahwa produk mereka layak digunakan pada pesawat komersil,” katanya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper