Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Karisma Evi Rebut Perak dan Cetak Rekor di Paralimpiade

by Mata Banua
8 September 2024
in Olahraga
0
D:\2024\September 2024\9 September 2024\9\Olahraga Senin\evi.jpg
Medali Perak – Karisma Evi Tiarani raih medali perak Paralimpiade Paris 2024.(foto:mb/web)

 

Paris – Karisma Evi Tiarani mengaku terkejut usai memecahkan rekor pada nomor 100 meter putri T42 di Paralimpiade Paris 2024, Minggu (8/9) dini hari WIB.

Berita Lainnya

Ribuan Karateka Bertanding Dalam Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai 2026

Ribuan Karateka Bertanding Dalam Kejuaraan Karate Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai 2026

9 April 2026
PSG Amankan Kemenangan Kandang 2-0 Atas Liverpool

PSG Amankan Kemenangan Kandang 2-0 Atas Liverpool

9 April 2026

Bertanding di Stade de France, Paris, Karisma turun di lajur lima. Ia tampil meyakinkan di hadapan puluhan ribu stadion markas timnas sepak bola Prancis itu.

Karisma finis di urutan kedua dengan catatan waktu 14,26 detik sekaligus mencatatkan rekor dunia dan rekor Paralimpiade untuk kategori T42. Ia memecahkan rekor dunia dengan pencapaian itu.

“Saya tidak tahu, awalnya seperti tidak percaya. Kalau tidak salah saya tidak begitu lihat layarnya. 14,26 ya. Itu tidak nyangka karena belum pernah segitu,” kata Evi.

“Senang juga sih, saat ini puas tapi semoga bisa lebih baik lagi ke depannya,” ujar Evi menambahkan.

Ini adalah medali pertama bagi atlet 23 tahun itu. Sebelumnya di Paralimpiade 2020 Tokyo, Karisma finis di urutan keempat. Alhasil torehan perak di Paris jadi prestasi pertamanya di pesta olahraga dunia.

Sedangkan yang finis pertama sekaligus dapat emas adalah sprinter Italia, Martina Caironi. Ia menyentuh garis finis dengan 14,16 detik sekaligus mencapai season best.

Lalu peringkat ketiga sekaligus berhak atas medali perunggu diraih wakil Inggris Raya, Ndidikama Okoh dengan 14,59 detik.

Evi menilai, medali perah yang berhasil diraih berkat kerja keras dan keberuntungan.

“Dua-duanya. Karena saya bisa merasa itu kerja keras karena bisa pecahkan rekor sendiri jadi tidak stuck di yang sebelumnya.”

“Untuk pemuda di Boyolali, anak Indonesia, tetap semangat, selalu optimis dan fokus terhadap tujuan. Karena masa depan tidak ada yang tahu,” ujar Evi.

Tambahan perak dari atletik membuat Indonesia kini berada di peringkat ke-49 klasemen perolehan medali. Wakil Merah Putih mengoleksi satu emas, delapan perak, dan lima perunggu dengan total 14 keping.web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper