
BANJARMASIN – Surat Rekomendasi kelayakan bangunan SDN Mawar 7 Banjarmasin dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Banjarmasin sudah terbit. Hasil rekomendasi bangunan sekolah tersebut menyatakan kerusakan bangunan tersebut sangat tinggi yakni mencapai 68 persen. Utamanya kerusakan pada pondasi yang sudah tak layak lagi.
Dengan pernyataan tersebut, menurut Kepala Bidang ( Kabid) SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ibnul Qoyyim, proses belajar – mengajar di sekolah tersebut tidak menggunakan bangunan sekolah itu lagi.
“Karena berbahaya. Kalau sudah mencakup pondasi ini, sudah tidak bisa diapakan lagi, harus dibongkar,” ujar Ibnu Qoyyim.
Karena itu, pihaknya berencana memindahkan sementara siswa-siswinya ke sekolah lain untuk proses belajar mengajar. “Rencananya akan dipindah sementara ke beberapa sekolah atau satu sekolah untuk pelaksanaan belajar mengajar,” tuturnya.
Tak hanya itu, dari surat rekomendasi kerusakan sekolah itu, pihak Disdik Banjarmasin telah meminta pihak SDN Mawar 7, untuk tidak lagi menggunakan bangunan sekolah tersebut untuk belajar mengajar.
Pihaknya juga telah melakukan pemantauan di SDN Mawar 2, Mawar 4, Mawar 6 dan Mawar 8. Bahkan disarankan pula untuk mengisi bangunan SDN Teluk Dalam 10. “Tapi kita masih identifikasi kekurangannya apa? Jadi pas masuk itu siswa-siswinya siap,” katanya.
Menangapi ini, Anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Mathari mengatakan agar bangunan sekolah SDN Mawar 7 yang kemarin lantainya ambruk jangan difungsikan lagi. “Biar aman dipindahkan ke sekolah lain atau belajar dengan shif,” ujarnya.
Hal itu karena untuk memperbaiki bangunan sekolah dalam waktu dekat rasanya tak mungkin. Sebab di akhir tahun anggaran yang waktu terbatas. ” Kalau di tahun 2025 baru bisa dibangun, itu pun harus dibongkar semuanya untuk mengganti pondasi yang lebih kuat,” ujarnya. via

