Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ketua DPRD Kalsel Dukung Program KPK RI

by Mata Banua
26 Agustus 2024
in DPRD Kalsel
0
D:\2024\Agustus 2024\27 Agustus 2027\2\2222\2.jpg
Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H Supian HK saat menghadiri pembukaan Sosialisasi Program Pembentukan Percontohan Kabupaten dan Kota Antikorupsi. (foto: mb/ist)

 

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK menghadiri pembukaan Sosialisasi Program Pembentukan Percontohan Kabupaten dan Kota Antikorupsi yang bertempat di Gedung DR KH Idham Chalid di Banjarbaru, Senin (26/8).

Berita Lainnya

Dewan Tekankan Aspirasi Masyarakat dalam Musrenbang RKPD 2027

Dewan Tekankan Aspirasi Masyarakat dalam Musrenbang RKPD 2027

8 April 2026
Pansus III Matangkan Revisi Perda Air Tanah

Pansus III Matangkan Revisi Perda Air Tanah

8 April 2026

Program yang diinisiasi oleh Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Dit Permas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) ini merupakan program kerja yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya meningkatkan peran sertanya pada upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagai wakil rakyat, Supian HK menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, hal itu sebagai program yang dirancang menciptakan daerah yang bebas korupsi dengan cara melibatkan masyarakat, pemerintah daerah serta berbagai pihak lainnya.

“Insya Allah dengan adanya program ini dan didukung kolaborasi dengan pihak terkait nantinya kita bisa mewujudkan Provinsi Kalsel yang bersih dan bebas korupsi,” ujar Supian HK.

Lebih lanjut, ia mengatakan korupsi bukan hanya merupakan pelanggaran hukum dan etika saja, tetapi juga berakibat rusaknya demokrasi hingga menghambat pembangunan berkelanjutan, oleh karena itu untuk membangun strategi budaya anti korupsi perlu ada kesadaran mulai dari diri sendiri dan dimulai dari hal yang kecil.

“Korupsi bisa dilakukan siapa saja tergantung dari pribadi masing-masing, upaya pemberantasan ini perlu adanya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berintegritas, unggul dan berakhlak,” katanya.

Dia berharap semoga dengan adanya sosialisasi ini, terbentuk kesadaran yang kuat agar pencegahan korupsi bisa kita lakukan secara masif di berbagai lingkungan. rds/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper