Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Waspada, Kelainan Denyut Jantung Berisiko Sebabkan Stroke hingga Disabilitas Permanen

by Mata Banua
21 Agustus 2024
in Mozaik
0
D:\2024\Agustus 2024\22 Agustus 2024\11\Halaman 1-11 Kamis\waspada.jpg
(foto:mb/web)

 

KELAINAN denyut jantung atau atrial fibrilasi perlu jadi pehatian masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka. Pasalnya, kondisi tersebut begitu berbahaya bahkan lima kali lebih berisiko menyebabkan serangan stroke.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Hal itu diungkap oleh, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA. Dia mengatakan kondisi kelainan denyut jantung ini perlu diperhatikan mengingat banyak pasien yang terserang stroke akibat kondisi tersebut.

Sebagian besar pasien yang mengalami atrial fibrilasi ini bahkan tak merasakan gejala apapun.

“Kita tahu atrial fibrilasi itu aging disease. Jadi semakin tua, orang semakin mengalami AF, dan itu tidak bisa kita dasarkan atas gejala saja. 46 persen pasien tidak ada gejalanya,” tutur dr. Yoga saat ditemui di RS Siloam, TB. Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis 15 Agustus 2024.

Lebih lanjut, stroke tidak hanya terletak pada angka kematian yang tinggi, tetapi juga morbiditas yang tinggi yang mengakibatkan hingga 50 persen penyintas mengalami cacat kronis. Meski sering tak bergejala, AF biasanya diiringi faktor-faktor lainnya salah satunya hipertensi.

Untuk itu, dr. Yoga mengimbau agar mencegah faktor-faktor tersebut untuk mencegah terjadi kelainan denyut jantung yang bisa berisiko pada stroke.

“Kebanyakan faktor risiko ialah hipertensi. Jadi itu harus menjadi satu perhatian agar AF tidak berkembang dan stroke tidak terjadi di kemudian hari,” katanya.

Selain pencegahan, penanganan pada pasien AF juga perlu dilakukan terlebih saat tengah terserang stroke. dr. Yoga mengatakan penanganan dan terapi yang tepat harus dipahami agar risiko kecacatan permanen pada pasien bisa dihindari bila terserang stroke.

“Pasien perlu melakukan terapi trombolitik. Terapi ini mengurangi kecacatan sedang hingga berat, sampai 30 persen. Tindakan prosedur trombolitik dapat dilakukan setelah pasien melakukan pemeriksaan diagnostic, yaitu CT-Scan,” tutur dr. Yoga.okz

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper