
BANJARMASIN – Imbas dari tak bisa dipergunakannya lagi beberapa ruangan kelas di SDN Mawar 7 Banjarmasin, sejumlah orang tua atau wali murid berinisiatif mendirikan tenda di lapangan sekolah.
Perwakilan orangtua murid berinisial RJ menerangkan, pemasangan tenda ini sebagai langkah untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran selama perbaikan gedung berlangsung.
“Rencananya, tenda ini dipasang hingga perbaikan selesai. Tapi kami akan memantau situasi dan melihat perkembangannya dahulu,” ungkapnya, Selasa (20/8).
Sementara, Kepala Sekolah SDN Mawar 7, Latif Gabaruddin mengaku, tidak tahu menahu tentang pemasangan tenda tersebut. “Tenda sudah terpasang saat saya datang. Inisiatif dari orangtua murid,” ungkapnya.
Dirinya sendiri menerangkan, sebenarnya ia tidak setuju dengan orang tua murid terkait pemasangan tenda ini. Latif beralasan karena dari 12 ruang kelas yang tersedia. Masih ada sekitar 6 ruang yang bisa digunakan.
“Namun, mereka masih khawatir akibat amblesnya sebagian teras itu. Mereka mungkin trauma, dan masih terpikirkan sampai sekarang. Apalagi ibu-ibu,” ucapnya.
Lebih jauh dikatakan Latif, dari hasil rapat antara pihak sekolah dan orang tua murid beberapa waktu lalu. Ada keinginan dari orang tua murid untuk membantu jalannya perbaikan pada gedung sekolah. Namun, ia menegaskan, apabila bantuan dilakukan dengan cara memungut sumbangan, maka tidak diperbolehkan.
“Kalau dari alumni, saya terima. Tapi kalau melalui sumbangan orang tua atau wali murid, tidak saya perbolehkan,” tekannya.
“Kalau orang tuanya mampu, mungkin tidak masalah. Tapi bagaimana dengan orang tua siswa yang tidak mampu. Tapi yang namanya sumbangan, kami sama sekali tidak setuju,” tandasnya. jjr

