
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan resmi meluncurkan sosialisasi penggunaan Quick Response code Indonesia Standard (QRIS) dari Bank Kalsel bagi pengelola dan juru parkir di kota tersebut, di salah satu hotel Banjarmasin, Senin (19/8).
Kegiatan dibuka Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Slamet Begjo, serta dihadiri ratusan pengelola dan juru parkir di kota ini.
Ibnu Sina menekankan saatnya juru parkir untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Menurutnya, jika alasan ketidakmampuan menggunakan teknologi tidak lagi dapat diterima di era serba mudah ini. “Ini sudah tuntutan sehingga tidak beralasan bahwa itu sulit, atau HP yang tidak support,” katanya.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemudahan transaksi, tetapi juga diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. “Dengan trial ini, mudah-mudahan PAD kita semakin meningkat, akuntabilitas dan transparansinya juga semakin bagus, dan maksimal untuk pembangunan Kota Banjarmasin melalui pendapatan hasil daerah kita dari sektor parkir,” jelas Ibnu Sina.
Target PAD dari sektor parkir di Banjarmasin pada tahun 2024 sebesar Rp 5,5 miliar dengan jumlah titik retribusi parkir sebanyak 240. “Mudah-mudahan ini bisa tercapai agar bisa meningkat,” tutupnya.
Sementara, Edi juru parkir di salah satu lokasi S Parman mengatakan, ia merasa akan kesulitan dalam menggunakan android untuk pembayaran parkir sistem QRIS. “Yang jelas saya tak begitu mengusai, ATM saja tidak punya. Lain halnya jika parkir bayar langsung, artinya hasil parkirnya atau uangnya kelihatan,”ujar Edi. via

