Mata Banua Online
Sabtu, April 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kasus Kekerasan Anak di Batola Terbanyak se-Kalsel

by Mata Banua
19 Agustus 2024
in DPRD Kalsel
0
D:\2024\Agustus 2024\20 Agustus 2024\5\Anggota DPRD Kalsel H Karlie Hanafi Kalianda menyosialisasikan.jpg
ANGGOTA DPRD Kalsel H Karlie Hanafi Kalianda menyosialisasikan peraturan-perundangan tentang Perlindungan Anak di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jumat (16/8).( Foto:mb/Ant/dok)

 

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Karlie Hanafi Kalianda menyatakan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Barito Kuala (Batola) tercatat terbanyak se-Kalsel.

Berita Lainnya

C:\Users\Desain 01\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\2222.jpg

Bang Dhin Bekali Mahasiswa UNISKA MAB

9 April 2026
Dewan Tekankan Aspirasi Masyarakat dalam Musrenbang RKPD 2027

Dewan Tekankan Aspirasi Masyarakat dalam Musrenbang RKPD 2027

8 April 2026

Karlie dikonfirmasi di Banjarmasin, Ahad, mengatakan pihaknya gencar menyosialisasikan peraturan perundang-undangan (Sosper) di Batola, guna menekan jumlah kasus kekerasan yang menimpa anak dan perempuan.

“Bahkan kasus tersebut cenderung meningkat pada 2024 bila dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Karlie.

Karena kondisi seperti itu, Karlie menyosialisasikan peraturan tentang Perlindungan Anak di kabupaten berjuluk Bumi Selidah, agar dapat mengurangi kasus pelecehan seksual pada anak dan perempuan.

“Melakukan Sosper tugas anggota DPRD Kalsel,” ujar Karlie.

Karlie menyosialisasikan Undang Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak yang diimplementasikan ke Peraturan Daerah Kalsel Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sementara itu, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Batola H Subiyarnowo mengungkapkan keprihatinan terhadap kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang cenderung meningkat.

Ia mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Batola sebanyak 25 kasus pada 2020 dan 26 kasus (2021).

“Kemudian meningkat menjadi 50 kasus pada 2022, 56 kasus pada 2023, dan Juni 2024 sudah mencapai 36 kasus ditambah selama Juni 2024 sebanyak 40 kasus,” ungkap Subiyarnowo.

Ia mengatakan jumlah kasus kekerasan anak dan perempuan berdasarkan korban yang melapor dan penanganan oleh UPTD PPA Barito Kuala.

“Mungkin masih banyak kasus yang tidak terungkap atau terangkat karena tidak melaporkan sebab malu atau dianggap sebagai aib,” tutur Subiyarnowo. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper