
BANJARMASIN – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan peralatan penanggulangan bencana dan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan di tahun 2024.
“Kita menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana, serta anggota tagana yang terlatih dalam penanganan bencana,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Senin (19/8).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, peralatan dan SDM yang di miliki siap diterjunkan ke lokasi karhutla dan kekeringan untuk membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menanggulangani hal tersebut.
Untuk memantau kondisi karhutla dan kekeringan selama musim kemarau, pihaknya telah menyiapkan posko di Kantor Dinas Sosial Kalsel di Banjarmasin.
Ia menyebutkan, jika dalam kondisi darurat karhutla dan kekeringan akibat kemarau, maka pihaknya akan menambah dua lagi posko yang di Panti Sosial Mulia Satria Banjarbaru dan posko taktis di kawasan RS Jiwa Sambang Lihum.
“Peralatan penanganan bencana yang di siapkan dan kini siaga di posko di Banjarmasin antara lain tiga buah mobil tangki air kapasitas 5.000 liter, mesin pemadam portable sebanyak tiga buah, dan selang karet 300 meter serta peralatan lainnya,” ujarnya.
Sedangkan kesiapan SDM, lanjut Madi, telah siap siaga sebanyak 40 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Kalsel yang telah memiliki keahlian dan keterampilan dalam penanggulangan bencana.
Kemudian, sebanyak 10 anggota pelopor perdamaian, dan 646 anggota tagana kabupaten/kota yang juga telah mengikuti pelatihan penanggulangan bencana.
Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi Kalsel, saat ini sudah terdeteksi sebanyak 16 titik api (hotspot) dan telah berhasil di padamkan.
Pada kesempatan itu, Madi mengingatkan seluruh lapisan masyarakat terutama yang berada di kawasan lokasi karhutla, hendaknya meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi resiko bencana tersebut. ani

