Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Balangan Coal inginkan Benteng Tundakan jadi objek wisata budaya

by Mata Banua
19 Agustus 2024
in Daerah, Lintas
0

 

POTENSI WISATA-Perwakilan PT Balangan Coal dan masyarakat berdiskusi soal potensi wisata Benteng Tundakan di Desa Tundakan, Balangan. (foto:mb/ant)

PARINGIN-PT Balangan Coal, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menginginkan kawasan Benteng Tundakan yang berada di Desa Tundakan, dikelola dengan baik, agar kawasan tersebut tetap asri dan lestari lingkungannya, serta menjadi wisata baru

Berita Lainnya

MTQN XXXVII Kalsel 2026 tetap prioritas pemkab

MTQN XXXVII Kalsel 2026 tetap prioritas pemkab

9 April 2026
Pemkab Tapin perkuat layanan hadapi penilaian Ombudsman

Pemkab Tapin perkuat layanan hadapi penilaian Ombudsman

8 April 2026

“Lokasi untuk wisata baru ini memiliki nilai historis dan benar-benar bisa dijadikan kawasan objek wisata alam dan objek wisata budaya serta sejarah,” kata perwakilan PT Balangan Coal Alex Nugroho, di Paringin.

Alex mengatakan, untuk mewujudkan keinginan tersebut pihak perusahaan sudah melakukan urun rembug beberapa hari yang lalu dengan pihak Dinas Pendidikan Balangan dalam hal ini bidang kebudayaan, pihak desa setempat, dan komunitas pecinta lingkungan, yakni Forum Komunitas Hijau (FKH) Citra Sanggam, Balangan.

Dalam urun rembug tersebut, perusahaan nantinya akan berperan untuk apa dan komunitas akan berperan apa, selain itu, pihak Dinas Pendidikan juga memberikan arahan yang disesuaikan dengan aturan mengenai kawasan yang menilai budaya, sehingga langkah tidak salah arah.

Sementara itu, ucapnya, pihak desa bisa berperan sebagai pengelola kawasan tersebut, melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang dibentuk desa.

Mengenai peran FKH, tutur Alex, dinilai cukup vital untuk menciptakan kelestarian lingkungan wilayah itu dengan mengembangkan lokasi menjadi kawasan tanaman buah langka, menjaga kebersihan, atau sebagai lokasi edukasi lingkungan.

“Intinya FKH nanti diminta untuk membantu melakukan konservasi di kawasan yang pernah menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat Kalsel terhadap penjajah,” ujarnya.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper