
JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Sabtu pagi, menguat Rp 14 ribu per gram menjadi Rp 1.418.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam pada Kamis (15/8) stagnan di level Rp 1.404.000 per gram.
Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Jumat yakni sebesar Rp 1.270.000 per gram. Nilai ini menguat Rp 20 ribu per gram.
Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjuaan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Ph 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Sabtu. Harga emas 0,5 gram: Rp 759.000. Harga emas 1 gram: Rp 1.418.000. Harga emas 2 gram: Rp 2.776.000. Harga emas 3 gram: Rp 4.139.000. Harga emas 5 gram: Rp 6.865.000. Harga emas 10 gram: Rp 13.675.000. Harga emas 25 gram: Rp 34.062.000. Harga emas 50 gram: Rp 68.045.000. Harga emas 100 gram: Rp 136.012.000. Harga emas 250 gram: Rp 339.765.000 serta Harga emas 500 gram: Rp 679.320.000 dan Harga emas 1.000 gram: Rp 1.358.600.000.
Sementara itu, saat ini harga emas dunia mencapai rekor tertinggi di angka sekitar 2.500-an dolar AS per troy ons.
Pengamat menilai pergerakan harga aset safe haven tersebut bakal terus melambung hingga akhir tahun 2024. “Harga emas dunia tembus di level 2.506 itu level tertinggi karena sebelumnya sudah menembus level resisten kunci di 2.489,” kata Diretur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Ibrahim menjelaskan sejumlah alasan yang menyebabkan harga emas mencapai level tertingginya. Diantaranya karena data perumahan AS yang diumumkan semalam mengalami perlambatan, sehingga mengindikasikan bahwa ekonomi di AS tengah mengalami permasalahan. Di tengah inflasi yang terus mengalami penurunan, indikasi penurunan suku bunga kemungkinan besar akan terjadi pada September 2024 mendatang.
Pada pekan depan, lanjut Ibrahim, The Federal Reserve akan melakukan pertemuan untuk membahas suku bunga dan kemungkinan besar bank sentral AS itu akan tetap mempertahankan suku bunga pada Agustus 2024. Menurutnya, para investor sedang menunggu pernyataan resmi dari bank sentral AS mengenai penurunan suku bunga pada September, antara 25 basis poin atau 50 basis poin.
Di sisi lain, fokus investor juga sekarang tertuju terhadap konflik di Timur Tengah dimana Iran akan melakukan penyerangan terhadap Israel walaupun sampai saat ini belum terjadi, tetapi gejolak tensi geopolitik Timur Tengah di bulan-bulan berikutnya kemungkinan besar akan mengalami gejolak yang cukup tinggi,” ujar dia. rep/mb06

