
BANJARMASIN- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar pengembangan pendidikan pengawasan partisipatif dalam rangka pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan tema “ Perempuan Pilar Demokrasi “.
Pada kegiatan kali ini, Bawaslu Provinsi Kalsel mengharapkan peran perempuan khususnya siswi tingkat SMA dan mahasiswi perguruan tinggi, sebagai pilar demokrasi bisa memberikan pengawasan secara partisipatif pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
Anggota Bawaslu Kalsel Thessa Aji Budiono mengatakan kegiatan pengembangan pendidikan pengawasan partisipatif kali ini ditujukan untuk para siswa-siswa SMA sederajat yang akan menjadi pemilih pemula pada 27 November nanti sudah berusia 17 tahun.
“ Tujuan dari kegiatan ini ingin lebih mengsosialisasikan terkait pengawasan kepemiliuan agar kita membangun semangat pengawasan partisifastif pemilu terlebih kalangan siswa,siswi dan mahasiswa ini merupakan bagian 30 persen yang bisa dikatakan generasi Z .
Selama 2 hari ini ada mendatangkan narasumber baik itu dari tingkat nasional Ibu Siti Kofifah dan Dian Permata, serta tingkat lokal ada dari KPU Kalsel dan Bawaslu Kalsel sebelumnya.Mereka ini merupakan narasumber yang kompeten.
“ Setelah kegiatan ini harapan kita kedepannya mereka bisa menularkan pengawasan partisifatif kepada generasi Z, supaya kalangan ini bisa mencegah dan mengawasi pemilu,” harapnya.
Tadi ada juga mengundang dari lembaga pers mahasiswa, siswa dan siswi sekolah dalam salah satu deklarasi tadi untuk aktif menyampaikan edukasi-edukasi pengawasan pemilu melalui media sosial yang mereka miliki. Kedepannya mereka rajin menyampaikan pengawasan pemilu.rds

