Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Paman Birin Apresiasi IPPI Turut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Banua

by Mata Banua
23 Juli 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin meng­apresiasi upaya Institut Penga­daan Publik Indonesia (IPPI) yang dengan dukungan Dewan Sengketa Indonesia (DSI) telah secara rutin melaksanakan pelatihan mediasi, ajudikasi, konsiliasi, dan arbitrase.

Berita Lainnya

Pemprov Kalsel Komitmen Pengurangan Jumlah Pengangguran

Pemprov Kalsel Komitmen Pengurangan Jumlah Pengangguran

5 April 2026
BPSDMD Kalsel Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Adaptif

BPSDMD Kalsel Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Adaptif

5 April 2026

Hal itu disampaikan Paman Birin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Ahmad Bagiawan saat menghadiri pengambilan sumpah mediator dan penandatanganan pakta integritas, pengambilan sumpah/janji profesi dan pelan­tikan mediator/ajudikator/konsi­liator/arbiter Dewan Seng­keta Indonesia di Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Senin (22/07).

Menurut Paman Birin, ke­bera­daan lembaga penyelesaian sengketa alternatif yang efektif akan berdam­pak positif bagi iklim investasi dan pembangunan nasional.

“Bagi pemerintah di tingkat daerah, tentu kami berpandangan bahwa dengan semakin kuatnya lembaga penyelesiaian sengketa, investor akan merasa lebih aman berinvestasi di daerah, hal ini pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di berbagai sek­tor,” ujar Paman Birin.

Menurutnya, pelatihan se­ma­­cam ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi para praktisi penyelesaian sengketa khususnya yang ada di Kali­mantan Selatan.

Terlebih pada acara tersebut juga dilaksanakan penan­da­tanganan nota kesepahaman dan nota kesepakatan antara Uni­versitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Fakultas Syariah UIN Antasari dan Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

“Penandatanganan nota kese­pahaman ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan kerja sama antara UIN Antasari dan DSI dalam bidang-bidang pendidi­kan, penelitian serta pengem­bangan kapasitas, khususnya di bidang syariah dan penye­lesaian sengketa,” harapnya.

Sementara itu, Presiden Dewan Sengketa Indonesia (DSI), Prof Sabela Gayo, SH, MH, PhD, mengatakan dirinya sudah berkeliling hampir disuruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Di banyak tempat, kami sudah banyak mendengar pengakuan dan apresiasi dari lembaga pengadilan bahwa Mediator alumni DSI banyak yang berprestasi, mampu menyelesaikan sengketa yang dimediasinya, hal itu mem­buktikan bahwa lembaga ini sangat kompeten,” ujarnya. md/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper