
RANTAU,- PJ Bupati Tapin M Syarifuddin MPd membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), peningkatan peran lintas sektor dan mitra kerja dalam pembangunan kampung keluarga berkualitas ( Kampung KB ) melalui pemberdayaan kelompok kegiatan ( POKTAN ), bertempat Di Hotel Novotel Semarang, Jawa Tengah, Jum’at, 27-28 Juni 2024.
Bimtek dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin Dr H Sufiansyah MAP, Ketua TP PKK Masrupah, Ketua DWP Hj Mashuriyah serta jajaran TP PKK Tapin serta instansi terkait lainnya.
Kegiatan sendiri menghadirkan narasumber dari badan kependudukan dan keluarga berencana nasional RI Ir Siti Fathonah MPH, TP PKK Kota Semarang Mochamad Irsyad Muchyidin SKM MSI dan dihadiri PLT Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Kalsel Nyigit Wudi Amini SSos MSc dan Kepala DPPKB Hj Ahlul Jannah MSI.
Seperti yang diutarakan PJ Bupati Tapin M Syarifuddin, kampung KB, merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) kepada masyarakat dengan mengaktualisasikan delapan fungsi keluarga.
Delapan fungsi keluarga meliputi fungsi agama, sosial budaya, kasih sayang, perlindungan, reproduksi, fungsi sosial, pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan membangun karakter bangsa melalui perwujudan keluarga kecil yang bahagia, ujarnya.
Seperti yang dikatakan M Syarifuddin, seluruh desa dan kelurahan di kabupaten Tapin pada tahun 2023 telah di canangkan menjadi kampung keluarga berkualitas. Dibentuknya kampung KB adalah untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat, untuk menyelenggarakan program kependudukan keluarga berencana, pembangunan keluarga dan pembangunan serta terkait lainnya.
Serta dibentuknya kampung KB juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan,’”tandasnya.
Untuk itu, salah satu upaya yang ditempuh pemerintah, adalah memfokuskan program kampung keluarga berkualitas (KB) pada isu pencegahan stunting yaitu dengan melibatkan lintas sektor dan mitra kerja, termasuk didalamnya organisasi TP PKK untuk dapat ikut serta membersamai pada setiap kegiatan di kampung keluarga berkualitas.
Peran lintas sektor dan mitra kerja dalam pembangunan kampung keluarga berkualitas, sangat diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stunting melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan balita melalui screening kesehatan dan pemberian makanan tambahan, tutupnya.{[her/mb03]}

