
MARTAPURA – Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terpancar jelas di setiap wajah yang hadir pada Sholawatan dan Tausiyah yang digelar di Bumi Shalawat Alam Roh 88 Desa Kiram, Kabupaten Banjar Jumat (21/6) malam.
Acara setiap bulan atas prakarsa Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin telah menjadi agenda rutin yang dinantikan jamaah dari berbagai kalangan, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Kalsel, para santri serta warga.
Pada gelaran sholawatan dan tausiyah kali ini, hadir sebagai penceramah yaitu Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khairiyah Banjarbaru, Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zarkasyi.
Usai pelaksanaan shalat Isya, jamaah tampak larut dalam kekhusyukan dengan bibir yang tak henti-hentinya melantunkan sholawat, semakin khidmat ketika lantunan ayat suci Al-Quran dibawakan oleh KH Muhammad Abduh Amri.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin dalam sambutan tertulis dibacakan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menekankan pentingnya acara ini bukan hanya sebagai seremonial semata.
“Kegiatan Sholawat dan Tausiyah ini merupakan manifestasi dari rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW dan bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai spiritual yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Paman Birin.
Paman Birin menambahkan kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat tali silaturahmi antar warga dan memperkokoh keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dengan sering mengadakan kegiatan keagamaan seperti ini, kita dapat terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, TGH Muhammad Zarkasyi dalam tausiahnya mengupas sebuah hadist yang mengajak umat Islam untuk menjalani hidup di dunia dengan sikap seperti orang asing.
Muhammad Zarkasyi mengutip sebuah pesan dari Rasulullah SAW yang disampaikan kepada salah seorang sahabat, yaitu Ibnu Umar RA dan pesan itu tercantum dalam kitab Riyadhus Shalihin yang berbunyi, ‘Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang asing atau orang yang singgah dalam perjalanan.’
Dalam penjelasannya, TGH Zarkasyi menekankan pentingnya menjalani hidup dengan kesadaran bahwa dunia ini hanyalah sementara.
“Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk selalu ingat bahwa kehidupan di dunia ini tidak kekal, karena itu harus bersikap seperti orang asing yang tidak menetap yang selalu siap melanjutkan perjalanan,” terang Guru Zarkasyi.
Lebih lanjut, Guru Zarkasyi menjelaskan bahwa sikap seperti ini akan membuat seseorang lebih fokus pada tujuan akhir hidup, yaitu kehidupan di akhirat.
“Dengan menyadari bahwa kita hanya singgah, akan lebih mudah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan lebih giat melakukan kebaikan serta ibadah,” tambah Guru Zarkasyi.
Selain itu, Guru Zarkasyi juga menegaskan bahwa usia adalah takdir dari Allah SWT yang tidak seorang pun tahu kapan akan berakhirnya. Oleh karena itu, menjaga iman Islam adalah kunci agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
“Usia memang takdir dari Allah SWT yang tidak seorangpun tahu kapan berakhirnya. Dengan menjaga iman Islam, semoga Allah senantiasa melindungi dan menjadikan kita sebagai umat yang kembali dalam keadaan husnul khatimah,” tutupnya.
Acara ditutup pembacaan tahlil dan doa oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin Gambut, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus.
Tampak hadir pada acara tersebut yaitu para habaib, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat sert Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Asisten dan sejumlah Kepala SKPD di Lingkungan Provinsi Kalsel. rfq/adpim/ani

