Mata Banua Online
Jumat, Januari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Cegah Penyakit, DKP3 Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban

by Mata Banua
5 Juni 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Juni 2024\6 Juni 2024\5\hal 5\PETUGAS DKP3 melakukan pemeriksaan kondisi sapi kurban.jpg
PETUGAS DKP3 Banjarmasin memeriksaan kondisi kesehatan sapi yang tiba dari luar Kalimantan, Rabu (5/6).(foto:mb/ Jejakrekam)

 

BANJARMASIN – Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah, hewan kurban kerap diperiksa kondisi kesehatannya secara berkala, se­bagai pencegahan dan antisipasi terjadinya penyakit menular.

Berita Lainnya

Wali Kota Tegaskan Larangan Penggunaan Kembang Api

Wali Kota Tegaskan Larangan Penggunaan Kembang Api

1 Januari 2026
G:\2025\2026\Januari\2 Januari 2026\5\hal 5\Edy Wibowo.jpg

Realisasi APBD 2025 Capai 104 Persen

1 Januari 2026

Pemeriksaan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, rutin dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan.

Disebutkan, pemeriksaan ini pun dilaksanakan, mengingat sudah mulai banyaknya pasokan sapi yang masuk ke Kota Banjar­masin. “Kemarin saja sudah ada masuk 159 ekor, nanti 250 ekor, bertahap ada lagi 200 ekor yang akan masuk,” ucap Kepala UPT Kepala UPT RPH Basirih, Annang Dwijatmiko, pada Rabu (5/6), seperti dikutip jejak­rekam.com.

Annang pun meng­ungkap­kan, pemeriksaan pada sapi potong dilakukan seperti biasa­nya. Yakni secara antemortem, atau dilakukan dengan cara evaluasi visual dan fisik hewan. “Mulai dari kepala sampai organ genitalnya, lengkap atau tidak. Kemudian apakah ada kecacatan hingga infeksi penyakit, itu yang kami periksa,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, dari banyaknya sapi potong yang datang ini memang ada dite­mukan beberapa yang mengalami kelelahan akibat perjalanan. Itu ada yang diobati, hingga harus dipotong paksa. “Itu wajar lah. Yang dipotong ini, bisa untuk kebutuhan daging segar di pasar. Sisanya bisa untuk stok kurban,” ujarnya.

Terkait dengan antisipasi penyakit zoonosis, seperi bruc­e­llosis ataupun penyakit yang berisiko menular kepada hewan lainnya, Annang memastikan itu aman. “Sebab syarat sapi potong untuk bisa masuk ke Kalimantan Selatan, itu harus sudah terbebas bru­cellosis ketika dites,” tandasnya. jjr

 

Tags: DKP3hewan kurban
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper