
BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Idul Adha1445 hijriah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Kalimantan Selatan pastikan
distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg (subsidi) dipastikan aman dan tidak ada ‘kelangkaan’ di Kota Banjarmasin dan sekitarnya.
Hal tersebut diperkuat dengan Operasi Pasar (OP) oleh PT Pertamina, seperti di Mantuil, Kelayan Timur, Belitung Utara, Basirih, Kuin Selatan, Kuin Utara, Kuin Cerucuk, Surgi Mufti, Sungai Andai, Alalak Utara, Sungai Miai masing-masing 1 truk (560 buah tabung).
“ Operasi pasar untuk menstabilisasi harga gencar dilakukan, sekaligus memastikan LPG 3 Kg aman dan tersedia,” ujar Ketua Hiswana Migas Kalsel Hj Muliana Yuniar, didampingi Sekretarisnya H Nicko dan Penasehat H Addy Chairuddin Hanafiah, di kantornya di Banjarmasin, Sabtu (18/5) pagi.
Hj Muliana mengatakan operasi pasar tergantung kebutuhan wilayah, dan 1 KTP hanya 1 buah tabung. ‘Kalau pun ternyata ada pengecer dengan harga tinggi, itu diluar kendali Hiswana Migas,” jelasnya.
Sebab, kewenangan Hiswana Migas sampai ditingkat pangkalan. Pangkalan menjual LPG 3 Kg sesuai HET Rp18.500 per tabung.Kalau ada gejolak kelangkaan, maka Hiswana Migas Kalsel selalu merespon keluhan masyarakat.
“ Yang jelas kita tidak ingin ada gejokan kelangkaan LPG 3 Kg, sebab dalam penyaluran dan distribusi stabil dan normal,” tambahnya.
Ia menghimbau agar warga yang mampu, dapat membeli LPG non subisidi seperti 5,5 Kg dan 12 Kg (non subsidi). Begitu pula pemilik rumah makan dan warung-warung besar dapat membeli LPG non subsidi.rds

