Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

ngawasan Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok Pasar Keraton

by Mata Banua
3 April 2024
in Daerah, Tapin
0

 

PANTAU HARGA-PJ Bupati Tapin M Syarifudin MPd bersama instansi terkait lainnya, saat melakukan pemantauan harga sembako menjelang lebaran di pasar Kraton Rantau, Selasa (02/04). (foto:mb/herman)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi Dewan Terhadap LKPJ Bupati Tapin TA 2025

Rekomendasi Dewan Terhadap LKPJ Bupati Tapin TA 2025

9 April 2026
Bupati Yamani Pimpin Bersihkan Pasar Kraton

Bupati Yamani Pimpin Bersihkan Pasar Kraton

9 April 2026

RANTAU,- Penjabat (PJ) Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin MPd bersama seluruh kepala SOPD, dan jajaran pemerintah kabupaten Tapin melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok ke pasar keraton dan toko modern di Pasar Keraton, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, kemarin.

Dikatakan PJ Bupati Tapin M Syarifudin MPd, pemantauan harga untuk mengetahui barang – barang yang mengalami kenaikan dan penurunan.

Selain itu pemantauan harga barang ini, untuk memastikan ketersediaan komoditi bahan pokok dan faktor penentu penetapan harga pasar juga menjadi perhatian kita, agar kedepannya secara tiba – tiba tidak terjadi lonjakan harga bahan pokok menjelang lebaran.

Pemantauan harga barang ini, sebagai upaya kita dalam menjaga harga tetap stabil, ialah dengan terus melakukan koordinasi dengan banyak pihak penyedia komoditi bahan pokok tersebut.

“Alhamdulillah dari pemantauan harga sembako di pasar saat ini terpantau stabil menjelang stabil, seperti cabe dan telor mengalami penurunan harga, hal ini kita nilai sangat baik dan mudah – mudahan berdampak bagi masyarakat,” tandasnya.

Terkait, data inflasi yang tinggi, seperti yang diutarakan PJ Bupati Tapin M Syarifudin, hal itu dikarenakan kita masih berbeda dalam penentuan alat ukur liter dan kilo.

Untuk itu, kita akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik dalam hal mengambil sampel atau data, karena dalam pengambilan ukuran liter sama kilo akan mempengaruhi harga barang.

“Karena itu harus kita sepakati dulu, alat ukur yang kita gunakan, apakah kilo atau liter, karena kita tau jika kita menggunakan kilo tentu lebih banyak dari liter dan harga per kilo pasti lebih mahal,” paparnya.

Contoh 1 kilo beras lebih banyak dari 1 liter beras, hal itu harus kita tegaskan lagi agar kita dapat mengukur tingkat inflasi kita, jelas PJ Bupati Tapin.{[her/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper