
MARTAPURA – Dibawah rembulan, tempatnya di halaman Pondok Pesantren Iqdamul Ulum dengan cuaca yang terang, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin bercengkrama bersama warga mengenang masa lalunya di Desa Tunggul Irang.
Hal tersebut diceritakan Paman Birin saat melakukan Safari Ramadhan 1445 hijriyah “Sahur dan Dakwah bersama Paman Birin dan Guru Sufian”, di Desa Tunggul Irang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Senin (1/4) dini hari.
Paman Birin menceritakan waktu masih anak-anak ia sering bermain ke sungai untuk sekedar berenang. Bahkan, menurut Paman Birin, Tunggul Irang merupakan tempat dimana dirinya tumbuh dan berkembang dan hingga akhirnya bisa seperti sekarang.
“Di kampung ini, banyak ninik-ninik ulun dan keluarga ulun,” ujarnya.
Untuk itu, Paman Birin selalu merasa bahagia dan bersyukur bisa berkumpul dan berbaur bersama masyarakat Tunggul Irang, karena bernostalgia mengenang masa lalunya.
“Alhamdulillah, biasanya masyarakat Tunggul Irang kita undang main futsal di Mahligai Pancasila Banjarmasin, sekarang ulun bersama rombongan mendatangi buhan pian disini. Ini semata-mata untuk menjalin silaturrahmi agar tidak putus,” tambah Paman Birin.
Menurut Paman Birin, malam Ramadhan adalah malam yang begitu mulia di mana sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan merupakan malam dimana Lailatul Qadar diturunkan ke bumi dan itu jauh lebih baik daripada seribu bulan.
“Kita harus bersyukur sebagai umat Nabi Muhammad SAW diberikan bulan yang begitu istimewa dan luar biasa, dimana di bulan Ramadhan Al-Qur’an diturunkan yakni Nuzulul Qur’an, perintah puasa dan malam Lailatul Qadar,” terangnya.
Disisi lain, Paman Birin juga mengajak masyarakat untuk membaca Al-Qur’an, karena perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah Iqra’ yakni membaca.
“Apalagi membaca Alquran di bulan ramadhan, pahalanya dilipat gandakan oleh Allah. Maka dari itu perbanyak baca Al-qur’an, Insya Allah hidup kita akan semakin berkah, dan segala hajat kita akan dikabulkan oleh Allah SWT,” tutupnya.
Sementara itu, Guru Ahmad Sufian Al-Banjari atau biasa di panggil Guru Sufian dalam tausiahnya mengatakan bagaimana istimewanya bulan Ramadhan, termasuk salah satunya mukjizat turunnya Al-Qur’an.
“Al-Qur’an ini sangat luar biasa, baik dari kajian-kajian ilmiahnya. Misalnya kata yaum (red, puasa) di dalam Al-quran terdapat 365 kata yang jika dikaitkan sama dengan jumlah hari dalam setahun,” katanya.
Sementara kata Syahrun sebanyak 12 kali, ini sama dengan jumlah bulan dalam setahun dan mukjizat lainnya yang memang Allah berikan kepada kita semua di bulan suci Ramadhan.
Untuk itu, Guru Sufian mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan terlebih dengan bacaan Al-Qur’an, sebab Al-quran adalah petunjuk bagi manusia.
“Insya Allah dengan kita membaca Al-quran dosa-dosa kita mendapatkan ampunan dari Allah, dosa keluarga kita, dosa kuitan kita, dosa dangsanak-dangsanak kita mendapatkan ampunan dari Allah dan kita semua senantiasa bahagia di Surga-Nya kelak,” tutupnya.
Pada sahur itu, Paman Birin pun berkesempatan membagi-bagikan aneka makanan untuk menu sahur warga. Selain nasi, aneka lauk pun dibagikan.
Tampak hadir pada sahur kali ini diantaranya Tenaga Ahli Gubernur, Rizal Akbar, Wahyuddin, Habib SH Ubaidillah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel. md/adpim/ani

