Mata Banua Online
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Paman Birin Apresiasi Gathering Pesantren

by Mata Banua
13 Maret 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, SSos, MSi saat menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalsel pada pembukaan Gathering Pesantren Kalimantan Selatan tahun 2024 (foto:mb/adpim)

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin men­yam­paikan apresiasi atas terselenggaranya gathering pesantren se-Kalsel, karena adanya kegiatan ini menan­datakan komitmen dan tekad bekerjasama mewujudkan visi bersama.

Berita Lainnya

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

26 Maret 2026
Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

26 Maret 2026

“Saya sangat meng­apre­siasi gathering pesantren ini dan diharapkan kegiatan ini se­mangat mengeratkan tali keber­samaan dalam membangun pesantren di banua,” tandasnya melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, SSos, MSi pada pembukaan Gathering Pesantren Kalimantan Selatan, Sabtu (9/3).

Gathering Pesantren Kali­mantan Selatan yang diseleng­garakan di Aula Ponpes Darul Ilmi, Liang Anggang Banjar­baru, mengangkat tema Mem­bangun Kebersamaan Untuk Menjadikan Pesantren Mandiri dan Berdaya dalam Ekosistem Ke­uangan Syariah yang Inklusif.

“Pertemuan yang dilak­sanakan sekarang ini dapat mengeratkan tali kebersamaan kita dalam membangun pesan­tren-pesantren di Kalimantan Selatan yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Paman Birin mengung­kapkan, pesantren sebagai lembaga pendidikan islam tradisional telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah dan identitas sebagai bangsa indonesia.

Peran pesantren, kata Paman Birin, tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan semata, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mengem­bangkan eko­sistem keman­dirian ekonomi.

Menurut Paman Birin, tema yang diangkat dalam gathering ini sangatlah relevan dalam konteks pembangunan kali­mantan selatan yang berkelanjutan.

“Kita berharap melalui forum ini akan lahir ide-ide maupun gagasan baru dalam membawa perubahan nyata bagi pondok pesantren lebih maju dan mandiri di masa yang akan datang,” katanya.

Dijelaskan Paman Birin, seiring pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, maka diyakini bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak utama dalam mema­jukan sektor ini.

“Guna mencapai hal tersebut diperlukan kerja sama dan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, aka­demisi, dan masyarakat luas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Pe­santren Indonesia Kalsel, KH Mukri Yunus menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, khususnya dari BSI atas dukungan dalam perwujudan program one Pesantren one produk (OPOP).

“Kita bersyukur, Kalsel daerah ketiga di Indonesia dan pertama di Kalimantan dalam pelaksanaan program OPOP,” sampainya.

KH Mukri Yunus juga terus mengharapkan dukungan dan sinergitas dari berbagai pihak, terutama para dermawan untuk terus mendukung kemandirian pondok pesantren.

Kepala Kantor Wilayah Ke­men­­terian Agama (Kemenag) Provinsi Kalsel, Dr Muhammad Tambrin menyampaikan bahwa dari 314 ponpes di Kalsel, masih 50 persen belum mandiri.

Adapun ponpes yang ada di bawah naungan DPW Ikatan Pesantren Indnesia (IPI) Kalsel, sebut Tambrin, akan terus diberikan dukungan dan bim­bingan, salah satunya dengan memanfaatkan program One Pesantren One Product (OPOP).

Sekretaris DPW IPI Kalsel, Dr Edy Setyo Utomo menam­bahkan, pembinaan kepada ponpes telah dilakukan, namun dalam penerapannya, belum dikelola secara profesional, salah satunya belum memiliki badan hukum.

“Dengan adanya OPOP ini kita beri bantuan badan hukum­nya dan kalau punya badan hukum itu akan memudahkan Ponpes untuk bisa mendapat kerja sama dengam perbankan atau bantuan dari perusahaan,” ujarnya.

“Kita sudah mengusulkan ke Kementerian Koperasi, mudah-mudahan bisa terealisasi, se­hingga Ponpes di Kalsel semakin cepat memiliki koperasi berbadan hukum,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini dilakukan Penandatangan kerja sama antara Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel dengan DPW Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalsel. rny/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper