
KOTABARU-Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan pegiat pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Ruang Pulih Essential Healing, serta PT Arutmin Indonesia, NPLCT Kotabaru, menyelenggarakan workshop Speech Delay & Stimulasi Perkembangan Bicara pada anak, bertempat di Hotel Galery Kotabaru.
Workshop ini, diikuti lebih dari 70 peserta terdiri berbagai latar belakang profesi, mulai dari Ibu-ibu rumah tangga, guru PAUD, Guru Sekolah dasar, Kader posyandu, Kader PKK hingga tenaga Kesehatan yang datang dari berbagai wilayah di Kotabaru.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas cakupan edukasi masyarakat di Kotabaru, akan pentingnya sebuah pemahaman dasar yang cukup sehingga mampu mendeteksi dini fenomena anak lambat wicara di lingkungan masing masing termasuk kesadaran mengupayakan pemenuhan hak anak penyandang lambat wicara.
Kepala Dinas DPPPAPPKB Kotabaru Ir. Sri Sulistiyani, M.PH mengatakan, dengan adanya workshop seperti ini sangat membantu masyarakat untuk meperbaiki kualitas pengasuhan, dan hal tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi anak, agar anak- anak di Kabupaten kotabaru mendapatkan hak- haknya sesuai dengan amanah Undang- Undang Perlindungan Anak.
Kegiatan ini, kedepan agar terus dilanjutkan serta dilaksanakan tidak hanya dipusat kota saja, tapi bisa sampai ke pelosok Desa, karena disana juga ada Kader PKK, Kader posyandu, Kader BKB, serta masyarakat yang sangat memerlukan pengetahuan tentang pola asuh terkait tumbuh kembang anak.
Dikesempatan yang sama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Selamat Riyadi, M.Pd memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada terkait PT yang telah menyelenggarakan workshop Speech Delay dan Stimulasi Perkembangan Bicara Pada anak.
Ia berharap, para peserta agar semakin memahami yang di maksud dengan speech delay dari workshop ini, agar para peserta mampu mengaplikasikan dalam mengasuh dan mendidik anak- anaknya.
Diakuinya, kegiatan ini sangat positif sekali karena memang diketahui bersama bahwa diluar sana ada anak-anak yang kesusahan dalam berbicara, dengan berbagai faktor, baik itu faktor genetic, pola asuh maupun faktor-faktor lainnya.
Efdil Heriansyah mewakili Pimpinan PT Arutmin Indonesia NPLCT menyampaikan, kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program PPM bidang Kesehatan dan Pendidikan.{[ebet/mb03]}

