Mata Banua Online
Sabtu, Januari 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kasus DBD di Tapin Capai 99 orang

by Mata Banua
29 Januari 2024
in Indonesiana, Tapin
0
D:\2024\Januari 2024\30 Januari 2024\2\2\New Folder\Kasus DBD di Tapin Capai 99 orang.jpg
SEORANG dokter anak di RSUD Datu Sanggul Rantau saat memeriksa seorang anak yang positif kasus demam berdarah, beberapa waktu lalu.(foto:mb/ant)

 

RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin mencatat jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) mencapai 99 kasus, dan tiga orang meninggal dunia pada Januari 2024.

Berita Lainnya

Dispurasip Gelar Bimtek Pegiat Literasi Bersama Penulis Lokal

Dispurasip Gelar Bimtek Pegiat Literasi Bersama Penulis Lokal

1 Januari 2026
G:\2025\2026\Januari\2 Januari 2026\2\2\New Folder\Dapur Umum Siapkan Ribuan Porsi Makanan.jpg

Dapur Umum Siapkan Ribuan Porsi Makanan

1 Januari 2026

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Tapin Puji Winarto mengatakan, 413 orang masuk Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada periode Januari 2024.

“Rata-rata yang terkena ada pada rentang 5 hingga 19 tahun, kebanyakan anak-anak,” ujarnya, Senin (29/1).

Ia mengungkapkan, tiga kasus meninggal dunia akibat DBD berdomisili di Bakarangan, Binuang, dan Margasari.

“Sedangkan dari 99 kasus positif, terbanyak ada di Kecamatan Salam Babaris dan Kecamatan Binuang,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Sanggul Kabupaten Tapin Milhan mengatakan, tiga pasien DBD yang meninggal dunia karena terlambat datang ke rumah sakit.

“Ada tiga kematian, rata-rata karena keterlambatan datang dan ada juga pasien minta pulang padahal belum saat nya pulang,” ungkapnya.

Milhan mengungkapkan, kasus demam berdarah masuk ke RSUD Datu Sanggul Rantau sejak Oktober 2023, dan terus meningkat drastis hingga Desember.

“Untuk demam berdarah pada Oktober ada 35 orang, November naik jadi 61 orang. Sedangkan Desember meningkat sekali ada 193 orang, saat terjadi tren peningkatan ada tiga kematian,” ujarnya.

Milhan menyayangkan banyak kasus demam berdarah, dan menganggap adanya kasus kematian akibat DBD menjadi kejadian yang berstatus luar biasa.

Ia mengingatkan, keterlambatan datang ke rumah sakit bagi pasien DBD tidak terulang kembali karena memiliki risiko yang tinggi.

“Memang faktor keterlambatan datang dibiarkan panas di rumah turun dan tak diobati sampai beberapa hari akhirnya terlambat,” ujarnya.

Ia menyarankan apabila ada gejala panas yang mengarah ke demam berdarah, agar langsung di bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Yang paling penting juga adalah pencegahan, yaitu pemberantasan sarang nyamuk, kemudian bagi daerah banyak nyamuk bisa menggunakan kelambu. Dan yang paling penting lagi apabila ada gejala langsung di bawa berobat,” pungkasnya. ant

 

 

Tags: DBDPuji WinartoRSUD Datu Sanggul Rantau Dinas Kesehatan Tapin
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper