Mata Banua Online
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Paman Birin Ungkap Nilai Positif Kontes Dangdut

by Mata Banua
28 Januari 2024
in Pemprov Kalsel
0
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Sulkan, SH saat menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Kalsel pada Grand Final Lomba Dangdut Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Tingkat Provinsi Kalsel tahun 2024 di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin 9foto:mb/adpim)

BANJARMASIN – Grand Final Audisi Kontes Dangdut tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, bukti bagaimana kecin­taan dan kepedulian kita dalam memelihara, melestarikan dan mewariskan budaya lokal yang dimiliki kepada generasi muda.

Hal itu diungkapkan Gu­bernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Sulkan, SH pada pembukaan Grand Final Lomba Dangdut PAMDI Ting­kat Provinsi Kalsel 2024 di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjar­masin, Sabtu (27/1).

Berita Lainnya

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

Sekdaprov Kalsel Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel

26 Maret 2026
Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

Gubernur Kalsel Sampaikan LKPj Tahun Anggaran 2025

26 Maret 2026

“Saya berharap mudah-mudahan adanya kontes ini, generasi yang ada di Banua, khususnya yang suka dalam dunia tarik suara dapat terus memberikan ragam nilai positif untuk memajukan kebudayaan Banua, termasuk lagu-lagu dangdut di Kalsel kedepannya,” ucapnya.

Paman Birin mengatakan, bahwa bangsa ini terkenal bukan hanya karena memiliki suku Bangsa yang banyak atau bahasa yang sangat beragam dan dari sekian banyak keragaman yang dimiliki bangsa ini adalah karena Bangsa ini juga kaya akan budaya.

Lebih lanjut, ungkap Paman Birin, setiap daerah memiliki budaya yang menjadi ciri khas dan identitas bagi daerah itu sendiri.

Bahkan, katanya, tidak jarang budaya lokal yang ada di setiap daerah dapat menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal hingga mancanegara untuk sekedar ingin tahu.

“Seperti di Banua kita sendiri memiliki berbagai macam seni budaya seperti madihin, mamanda dan tentu saja lagu-lagu Banjar yang ada dan kita bisa nikmati hingga sekarang,” katanya.

Dari sekian banyak kebu­dayaan yang kita miliki kita harus lestarikan, dan kita kenalkan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda agar kedepan, daerah ini tidak ke­hilangan identitasnya sebagai daerah yang kaya akan budaya.

Paman Birin pun bangga kepada anak-anak Banua khu­susnya yang ikut kontes dangdut ini dan berharap kontes semacam ini terus dilaksanakan dan dikembangkan.

“Saya kira hal ini tidak lain sebagai penghormatan kita kepada warisan budaya dan sebagai wujud nyata dalam merawat dan melestarikan lagu-lagu dangdut agar tetap eksis hingga di masa yang akan datang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAMDI Kalsel, Suyanto melaporkan kontes ini ber­temakan Let’s To Go Unesco, kontes dangdut yang meng­usung tagline menge­depankan bermusik dengan akhlak mulia, diikuti 13 peserta perwakilan kota/kabupaten se-Kalsel.

“Juara pada kontes ini akan dikirim ke ajang nasional yang digelar PAMDI pusat,” ucapnya. end/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper